Hebatnya SD Mumtaz, Juga Mampu Wisuda Siswa Tahfidzul Qur’an

335
Pasang Iklan Murah
Sebanyak 114 siswa SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, Sidoarjo (Mumtaz) berhasil mengikuti wisuda tahfidzul Qur’an (foto: Aan/pwmu.co)

PWMU.CO-SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, Sidoarjo (Mumtaz) mengadakan serangkaian acara menyambut Nuzulul Qur’an 1439 Hijriyah. Kegiatan yang dihelat di sekolah itu diikuti oleh 195 siswa kelas 5 SD Mumtaz.

Kegiatan pesantren masuk  sekolah bertema “SD MUMTAZ untuk Generasi Indonesia berakhlaq dan berilmu” itu diisi dengan beragam acara, seperti da’i cilik goes to mosque, takjil on the road, kaligrafi apik, cooking class, cuci dan setrika baju apik, intip and action merawat jenazah, dan acara berbagi bersama anak yatim.

iklan

Shihab, siswa kelas 5 SD Mumtaz ini mengaku senang bisa mengikuti acara tersebut. Bagi dia, acara paling berkesan adalah kegiatan Dai Cilik Goes to Mosque. Pasalnya, Shihab tercatat sebagai salah satu peserta dai cilik yang diutus kultum shalat Tarawih di Masjid Suhada’

Selain itu, kata Shihab, ini pengalaman pertama kali dirinya kultum di masjid yang jamaahnya banyak. “Hati saya deg-degan bercampur gerogi. Tapi alhamdulillah. Hal tersebut hanya di menit-menit awal saya kultum. Setelah itu sudah nggak,” ujarnya sambil tersenyum simpul yang jadi ciri khasnya.

Para siswa SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, Sidoarjo (Mumtaz) mendapat penghargaan atas prestasi yang diperolehnya (foto: Aan/pwmu.co)

Serangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yang dimulai dari tanggal 31 Mei 2018 ditutup dengan prosesi wisuda tahfidzul Qur’an, Sabtu (2/6/2018). Sebanyak 114 siswa ikut wisuda tahfidzul Qur’an. “Alhamdulillah. Siswa terbaik SD Mumtaz hafidz al-Quran juz 30, juz 29, dan surat Ar Rohman,” terang Arif Yuli Purwanto, Waka Humas SD Mumtaz.

Adapun kegiatan wisuda tahfidzul Qur’an tersebut terselenggara bekerja sama dengan IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor, Ponorogo. “Kami berharap ini dapat menumbuhkan kebanggaan tersendiri bagi siswa. Siswa bisa menjadi da’i cilik dan melatih kecakapan hidup siswa, sejak dini,” kata Mirza salah satu pembimbing dari IKPM.(Aan)