Tiga Amalan Rasulullah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

504
Hikmah Press
Dr Aslich Maulana berceramah jelang Shalat Tarawih di Masjid At-Taqwa PRM Perumahaan Pongangan Indah (foto: yazid/pwmu.co)

PWMU.CO – Amalan-amalan apakah yang dikerjakan Rasulullah saw pada sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan? Pertanyaan tersebut mengawali ceramah yang disampaikan Dr Aslich Maulana menjelang Shalat Tarawih di Masjid At-Taqwa Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Perumahaan Pongangan Indah Gresik, Rabu (6/6).

Usai mengawali dengan pertanyaan, Aslich lantas menguraikan satu persatu berbagai amalan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw di sepertiga akhir Ramadhan. Yang intinya ada tiga macam. Pertama, Rasulullah saw saat memasuki awal sepuluh hari terakhir adalah mengencangkan ikat pinggangnya.

iklan

“Artinya Rasulullah saw menjauhkan diri dari menggauli istri-istrinya, beliau fokus di masjid untuk melakukan iktikaf,” jelas Aslich menerangkan makna metaforis “mengencangkan ikat pinggang”.

Baca Juga:  PRM Jajartungggal Akhiri Ramadhan dengan Tali Asih

Yang kedua, Rasulullah juga mengajak anggota keluarganya untuk rajin mengamalkan ibadah sunnah di 10 akhir bulan ramadhan. Nabi Muhammad saw, lanjut Aslich, juga membangunkan keluarganya untuk mengerjakan shalat sunnah pada malam-malam sepuluh hari yang terakhir.

Dan yang ketiga, imbuh Aslich, Rasulullah menghidupkan malam-malam sepuluh hari yang terakhir. “Tiga amalan itulah yang dikerjakan Rasulullah saw dalam memasuki sepuluh hari yang terakhir,” ujarnya

Berbagai amalan itulah, kata Aslich, yang dalam kekinian berusaha dipraktikkan umat Islam sebagaimana yang terlihat di Masjidil Haram, Makkah. Di akhir Ramadhan, Masjidil Haram biasanya selalu dipadati oleh umat Islam dari berbagai penjuru negara untuk mengejar Lailatul Qadar.

“Oleh sebab itu di Masjidil Haram pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan selalu dipadati oleh umat Islam dari berbagai negara untuk mengejar apa yang disebut Lailatul Qodar,” ungkapnya

Baca Juga:  Hitungan Matematika Pahala Kebajikan di Malam Lailatul Qadar

Rasulullah saw pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan setiap malam selalu itikaf di Masjid. Amalan ini selalu dilakukan oleh Nabi hingga beliau wafat. Setelah Nabi wafat pun, amalan iktikaf ini juga diteruskan oleh istri-istri Nabi. “Dan sepeninggalan beliau, istri-istrinya juga melakukan itikaf sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw,” jelas Aslich.

“Karena antara rumah Rasulullah saw dan masjid Nabawi itu nyambung. Di situlah beliau melakukan iktikaf pada malam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan sampai beliau wafat,” jelasnya.

Ceramah sebelum shalat Tarawih merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa PRM Perumahaan Pongangan Indah. Diisi secara bergantian oleh para ustadz dari berbagai wilayah Gresik, membuat masjid ini terlihat makmur. Sebab, masjid ini selalu penuh sesak jamaah untuk melakukan shalat Isya’ dan Tarawih. (m. yazid)

Baca Juga:  PRM Jajartungggal Akhiri Ramadhan dengan Tali Asih