Hidup di Tengah Hutan, Ranting Aisyiyah Ini Mampu Himpun 105 Paket Sembako

78
Hikmah Press
Hanif/pwmu.co
Pembagian bingkisan oleh Aisyiyah Kampak di Gedung Dakwah.

PWMU.CO-Hidup di tengah hutan, Pimpinan Ranting Aisyiyah Kampak, Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan makin kreatif dan ulet dalam berdakwah. Berbagi sembako menjadi momentum rutin setiap tahun. Seperti  yang dilakukan di Gedung Dakwah Muhammdiyah Kampak, Rabu (13/6/2018).

Mengusung tema gerakan perempuan muslim berkemajuan acara dihadiri oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah Modo, kepala Desa Jegreg, kepala Dusun Kampak dan jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Kampak.

iklan

Ranting ini mampu menghimpun 105 paket sembako berasal dari iuran dari warga. Sebanyak 40 paket bantuan dari Pimpinan Wilayah Muhammdiyah Jawa Timur. “Berbagi ini menjadi momentum rutin setiap tahun sejak 2016. Awalnya 30 paket, tahun 2017 menjadi 56 paket dan tahun ini 105 paket. Alhamdulillah,” kata Ketua Ranting Aisyiyah Kampak Siti Kholifah. Dia berharap semoga tiap tahun terus meningkat kepedulian warga untuk berbagi.

Baca Juga:  Beragam Kegiatan Jelang Musyda Aisyiyah Lamongan

Kepala Desa Hadi Widodo menyampaikan rasa bangga dengan kepedulian warga Aisyiyah Kampak pada kesejahteraan warganya. ”Walalupun kita berada di pelosok perbatasan Lamongan-Bojonegoro namun cara berpikir kita berkemajuan.  Insya Allah tahun depan saya siap menyediakan 100 paket sembako untuk Aisyiyah,” ucapnya  disambut sorak tepuk tangan warga.

Acara pembukaan ditutup dengan sambutan oleh Nur Rochmah, Pimpinan Cabang Aisyiyah Modo. Dia menjelaskan, salah satu pilar Aisyiyah adalah kesejahteraan sosial yang bisa diwujudkan dengan pengentasan kemiskinan. Seperti yang dilakukan Aisyiyah Kampak ini mewujudkan pilar tersebut.

“Aisyiyah adalah gerakan berkemajuan sehingga setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah paket sembako. Ini yang dinamakan berkemajuan,” imbuhnya. Acara dakhiri dengan pembagian 105 paket sembako untuk duafa dan yatim. (Hanif Mu’allifah)

Baca Juga:  Orangtua Malah Bingung Dampingi Anak Generasi Milenial