Pemuda Sumenep Berkumpul, Inilah yang Mereka Bicarakan

61
Hikmah Press
Horri/pwmu.co
AMM Sumenep berdiskusi masalah pemuda dan politik.

PWMU.CO– Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sumenep menggelar Diskusi Kepemudaan dan buka bersama bersama Khairul Anwar, ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional Kabupaten Sumenep, Rabu (13/6/2018).

Acara yang digelar di Sekretariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumenep mengangkat tema Pemuda Hari Ini adalah Pemimpin Hari Esok.

iklan

Khairul Anwar menyampaikan,  Pemuda Muhammadiyah harus melek politik. “Pemuda Muhammadiyah harus berani mengambil bagian dalam pesta demokrasi, harus terbuka dan agresif dalam berlomba-lomba menjadi bagian dari pengambil kebijakan,” ujar Bang Irul, panggilannya.

Acara yang dikemas diskusi santai diikuti antusias oleh peserta terbukti hingga memasuki waktu berbuka puasa para peserta masih mengacungkan pertanyaan-pertanyaan seputar kepemudaan, perpolitikan dan entrepreneur.

Baca Juga:  Membincang Lenon Machali, Sang Maestro Budaya yang 'Terlahir' Mendengar

“Saya berharap pemuda-pemuda ini belajar berpolitik dari sekarang, masa muda dimanfaatkan betul, kalau menunggu tua keburu kesempatan berlalu,” tegasnya.

Bang Irul menegaskan dimanapun pemuda berjuang dan melalui jalan apapun harus ditekuni. “Kalau maunya berwirausaha, ya ayo berdiskusi dengan saya, saya siap menuntun kawan-kawan menjadi orang sukses, ” ujar Irul yang sudah menjadi pedagang sejak SMA.

Dia bercerita, sejak SMA memulai hidup mandiri. Dari berdagang kopi hingga sembako.  “Saya dulu pernah berdagang kayu, pernah di kontraktor, ya alhamdulillah sekarang menjadi begini,” ceritanya.

Dalam kesempatan itu dia menyampaikan tekad maju menjadi anggota DPR 2019. “Banyak orang bertanya kepada saya, kenapa saya mau berpolitik. Saya jawab kalau bukan kita yang berpolitik maka kekuasaan akan dikuasai oleh orang-orang yang belum tentu berintegritas,” tuturnya.

Baca Juga:  Hangatnya Diskusi Komunitas Mata Pena, Kumpulan Penulis Muda Muhammadiyah

Dia berjanji menyiapkan kader-kader di bawahnya. Prinsip seorang pemimpin itu dikatakan sukses kalau melahirkan orang-orang hebat, bermartabat, cerdas dan amanah. “Jadi saya akan menyiapkan kader-kader hebat, kalau periode saya habis di DPR ada kader-kader saya yang menggantikan. Ya pemuda dan kalianlah yang punya kesempatan,” tandasnya.

Acara berakhir hingga menjelang buka puasa. Kemudian peserta berbagi makanan takjil ke masjid dan di pinggir jalan raya. (Horri)