Nadjib Hamid: Jadi Pemimpin Itu Kesempatan Ciptakan Sejarah biar tidak Dilibas Sejarah

1096
Hikmah Press
Nadjib Hamid (lima dari kiri) dan Nugraha Hadi Kusuma (enam dari kiri) bersama tim pemenangan Nadjib Hamid for DPD RI Kabupaten Kediri. (foto: Dahlansae/pwmu.co)

PWMU.CO – Acara Pengukuhan “Tim Pemenangan Nadjib Hamid for DPD RI Kabupaten Kediri”, di Aula Gedung Dakwah PDM Kabupaten Kediri, Rabu sore (13/6/2018) berlangsung sukses. Tim yang diketuai oleh Drs Mustain Syafi’i itu dikukuhkan oleh Sekretaris Tim Pemenangan Provinsi, Nugraha Hadi Kusuma MSi.

Nadjib Hamid yang diberi kesempatan memberikan tausiah mengatakan, dirinya sangat terharu atas dukungan dan pengukuhan ini.

iklan

“Setelah melihat kesungguhan kawan-kawan di Kabupaten Kediri, pesimisme saya hilang. Padahal saya sudah bilang sama mas Nugroho, kalau daerah-daerah tidak serius, lebih baik saya mengundurkan diri. Tapi begitu mengetahui Kabupaten Kediri sungguh-sungguh, optimisme saya muncul kembali,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah dan pekik takbir dari para audien.

Bagi Nadjib, menjadi pemimpin adalah kesempatan untuk menciptakan sejarah, dan tidak semua orang mempunyai kesempatan seperti itu. Maka ia mengajak hadirin untuk menciptakan sejarah melalui jihad politik.

“Senyampang kita diberi Allah amanah untuk memimpin di komponen dan level masing-masing, ayo kita ciptakan sejarah, supaya kita tidak dilibas oleh sejarah itu sendiri,” tuturnya.

“Saat ini adalah momentum yang tepat untuk menciptakan sejarah melalui jihad politik, dengan memenangkan calon anggota DPD utusan Muhammadiyah,” tandas mantan Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah jatim ini disambut dengan gemuruh takbir.

Nadjib mengaku, dirinya sedang mendapatkan ujian loyalitas dari Muhammadiyah untuk maju sebagai calon Dewan Perwakilan Daera (DPD) RI dari Jawa Timur.

“Secara pribadi saya tidak punya minat sama sekali untuk jadi DPD. Tapi karena organisasi sudah memutuskan, maka tiada pilihan lain kecuali sam’an wa tha’atan. Bagi saya, ini adalah ujian loyalitas dalam berorganisasi,” tandasnya.

Apalagi, tambah Nadjib, setelah melihat arus bawah yang menghendaki adanya perubahan politik yang lebih baik begitu kuat dan menggairahkan, dibuktikan dengan pengumpulan foto copy KTP tanpa perintah, sebagai bentuk dukungan yang tulus, dia tidak kuasa lagi untuk menolaknya.

Wakil Ketua PWM Jatim ini mengibaratkan proses pencalonannya sebagai proses kelahiran caesar dan mendadak. “Calon anggota DPD yang lain menyiapkannya selama 2 tahun sebelumnya. Tapi kami hanya menyiapkan 2 hari sebelum hari pendaftaran ditutup,” ungkapnya.

Menyinggung daerah-daerah lain yang belum melakukan pembaiatan sebagai dukungan formalnya, dia memakluminya karena memang format dukungan bisa berbeda-beda. Selain ada yang bentuknya formal struktural, ada pula yang bersifat kultural.

“Segala kreatifitas kami akomodasi dan kami apresiasi, asalkan semua bergerak untuk pemenangan,” tuturnya.

Lebih lanjut Nadjib menegaskan, ketika dirinya menerima amanat PWM Jatim untuk maju sebagai calon anggota DPD RI, ia memberi syarat semua komponen di Muhammadiyah, di semua level, baik institusi maupun pribadi-pribadi harus bergerak.

“Karena untuk bisa menang, minimal harus memperoleh 2 (dua) juta suara, maka giliran para pimpinan dan warga Muhammadiyah se-jatim menunjukkan loyalitasnya untuk bisa mencari pemilih sebanyak-banyaknya,” kata mantan komisioner KPU Jatim ini memberi alasan sekaligus menagih loyalitas yang sama.

Lebih dari itu, menurut Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jatim tersebut, momentum ini harus bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan semua simpul dakwah di cabang-ranting, sehingga dakwah Muhammadiyah makin berkembang luas.

Tidak lupa, pada akhir taushiyahnya, Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jatim ini mengajak audien untuk berdoa, semoga Allah memberikan kemudahan dan kemenangan atas amanah yang mulai ini. (Dahlansae)