Tanpa Seragam Sekolah, Cara SD Almadany Mengajarkan Keberagaman Hidup pada Siswa

202
Hikmah Press
Para wali murid sedang meneriakan yel-yel. (Lilik Isnawati/PWMU.CO)

PWMU.CO – Antusiasme terlihat dari wali murid siswa baru di SD Almadany Kebomas Gresik yang sedang mengikui acara Parenting Education, Selasa (10 /7/18).

“Sukses SD Almadany, sekolah baru semangat baru,” demikian yel-yel
yang mereka iterikakkan dengan penuh semangat dalam salah satu sesi acara tersebut.

iklan

Demikian juga siswa baru, para guru dan tamu undangan. Semua antusias mengikuti acara sebagai persiapan beroperasinya untuk kali pertama sekolah alam pertama di Gresik tersebut.
di tahun pelajaran 2018/2019 ini.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Percepatan SD Almadanh Dr Sarwo Edy MPd, menyampaikan sosialisasi tentang visi dan misi SD Almadany dan bagaimana proses pembelajarannya.

“SD Almadany adalah sekolah yang membebaskan, memberi keberagaman pegalaman hidup,” urainya sambil menunjukkan slide yang bergambar seorang anak yang berlari di padang rumput yang luas sambil merentangkan kedua tangannya.

Menurutnya, para guru bukan lagi sebagai seorang pengajar yang hanya menransfer ilmunya seperti pada zaman kita sekolah dulu.

“Tapi guru sekarang perperan sebagai pendamping yang mengarahkan dan membimbing anak didiknya untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya,” jelas Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik tersebut.

Sarwo Edy (kiri) saat memberikan sosialisasi visi dan misi sekolah pada wali murid SD Almadany. (Lilik Isnawati/PWMU.CO)

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik mengungkapkan, salah satu bentuk kebebasan yang akan dirasakan para siswa nanti adalah para siswa dalam keseharian mengunakan baju bebas, selain hari Jumat. “Di hari Jumat para siswa memakai baju HW (Hizbul Wathan), karena ada ekstra Kepanduan HW, sebagai ekstra wajib bagi siswa,” ujarnya.

Sementara itu Kepala SD Almadany Drs AH Nur Hasan Anwar  menyampaikan tentang program sekolah.

“Kerjasama antara semua pihak, ortu, guru, siswa, dan pengurus, sangat diharapkan demi kemajuan SD yang baru ini. Misalnya kegiatan sederhana misal mengadakan penghijauan dengan menanam bunga bersama-sama anak-anak, guru dan orang tua,” kata mantan kepala SD Muhammadiyah Manyar Gresik ini.

Dia menyampaikan, program pembiasaan yang dilakukan sekolah hendaknya diterapkan juga di rumah. “Misalnya memakai baju sendiri, menata sepatu, makan minum sambil duduk, dan lainnya. Orangtua juga harus juga harus mendukung pembiasaan yang baik itu,” pinta Hasan—panggilan karibnya.

Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabanag Muhammadiyah KebomasImam Puri dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kerja sama dan hubungan yang baik dan saling mendukung antara sekolah dan orangtua dalam pelaksanaan program sekolah dan membesarkan nama sekolah baru tersebut. (Lilik Isnawati)