Sempat Tak Dapat SKL karena Nunggak Biaya Sekolah Rp 12 Juta, Siswa Ini Akhirnya Bisa Lanjutkan ke SMP

115
Hikmah Press
Midah (kanan) menerima secara simbolis Beasiswa Mentari Lazismu dari Liesna Eka Noviani. (LEN/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kebahagiaan terpancar di wajah Cahyaning Hamidah atau yang akrab disapa Midah. Wanita 34 tahun ini lega, sebab anaknya—sebut saja Rama—akhirnya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Sebelumnya, surat keterangan lulus sementara (SKL) SD-nya sempat tidak dikeluarkan oleh sekolah karena ada tunggakan biaya sekolah sampai Rp 12 juta.

“Saya sempat putus asa. Kalau saya tidak punya iman, hanya maunya bunuh diri atau cari pesugihan,” ujarnya pada PWMU.CO.

iklan

Menurut pengakuan Midah, keluarganya sebenarnya berasal dari ekonomi berkecukupan. Namun kondisi itu langsung merosot ketika suaminya jatuh dari plafon ketika bekerja menginstalasi listrik. Peristiwa itu terjadi tiga tahun yang lalu.

“Rama sampai menunggak uang sebesar Rp 16 juta, karena kami tidak membayarkan uang sekolahnya dari kelas 4 sampai 6 SD. Tapi saya sudah membayar Rp 4 juta sehingga utangnya tinggal Rp 12 juta. Masalahnya uang Rp 4 juta itu juga hasil meminjam di lembaga keuangan yang berbunga,” ungkapnya.

Kini Midah hanya mengandalkan pemasukan sehari-hari dari bekerja sebagai cleaning service dan ojek panggilan. Sementara suaminya, Joko Suprapto, hanya menginstalasi listrik jika ada panggilan. “Penghasilan saya dan suami tidak tentu, bahkan minus untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya yang kini tinggal ngekos di daerah Sentolang, Gresik.

Kesulitan Minah didengar Lazismu Gresik. Pada hari Kamis (12/7/18), Lazismu bersama Midah pergi ke SD swasta yang berlokasi di Kota Gresik tersebut untuk membayar sebagian utang itu.

“Tidak semua dibayarkan Lazismu. Minimal surat keterangan lulus bisa dikeluarkan pihak sekolah. Alhamdulillah sekolah kooperatif dengan mengeluarkan surat keterangan lulus. Tinggal Ibu Midah berjuang untuk melunasi sisa kekurangannya yang bisa diangsur sampai 2021 nanti,” ujar Liesna Eka Noviani, Ketua Bidang Pendayagunaan Lazismu Gresik.

Menurut Ketua Lazismu Gresik Abdul Rozaq, Midah ini termasuk gharim yang harus dibantu. “Sambil memulihkan kondisi ekonominya, sementara Ananda Rama kami masukkan di Pondok Yatim dan Dhuafa Nurul Jannah PT Petrokimia Gresik. Insyaallah semua kebutuhan hidupnya akan dipenuhi, sehingga orantua tinggal fokus melunasi hutang yang ada,” terangnya.

Ungkapan terima kasih disampaikan Midah kepada segenap donatur dan keluarga besar Lazismu. “Alhamdulillah, maturnuwun, kepada orang-orang baik yang telah membantu saya. Mohon doanya semoga ekonomi keluarga kami membaik dan bisa gantian memberi kepada mereka yang membutuhkan,” harapnya. (LEN)