Siap Lanjutkan K13, SDM 2 Sidoarjo Perkuat Kompetensi Guru

84
Hikmah Press
Rudi Purnawan (kiri) membimbing peserta workshop berdiskusi menentukan rentang predikat untuk pengolahan nilai K13. (Rizki/PWMU.CO)

PWMU.CO – Semangat guru-guru SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo untuk terus meningkatkan kompetensinya patut mendapat acungan jempol.

Meski sudah menerapkan Kurikulum 2013 (K13) selama 5 tahun, sekolah yang berlokasi di Jalan Pasar Jetis Nomor 28 Sidoarjo ini terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga pengajarnya dengan menggelar “Workshop Kurikulum 2013”, Jumat (13/7/18).

iklan

Kepala SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo Muhammad Hudi MPdI mengatakan, workshop ini diadakan supaya guru-guru lebih mendalami K13. “Khususnya perkembangan terbaru K13 yang terkait pembelajaran dan pengolahan nilai,” ujarnya.

Atas dasar itulah SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo bekerja sama dengan SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik yang termasuk salah satu sekolah Pilot Project K13.

Koordinator Kurikulum SDMM Rudi Purnawan mengakui bangga dengan pemahaman peserta Workshop K13 di sekolah ini. “Secara umum, pelaksanaan K13 dan pengolahan nilainya sudah baik, hanya ada beberapa hal yang perlu lebih dipahami lagi supaya semakin mengena scientificnya,” ungkapnya saat ditemui usai memberi materi workshop.

Hal yang perlu dipahami lebih dalam, lanjut Rudi, terkait pembelajaran yang merangsang anak berpikir HOTS (Higher Order Thinking Skills atau keterampilan berpikir tingkat tinggi) dan pengolahan nilai.

Baca Juga:  Kado Spesial Purnawidya: Orkestra Angklung Kolaborasi Siswa-Ikwam, Gladi Bersih pun Dijalani hingga Malam

“Bagaimana cara guru membuat soal bertaraf HOTS, membuat pemetaan Kompetensi Dasar (KD), penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran, KKM sekolah, sampai pada cara menentukan rentang nilai predikat,” paparnya.

Menurut Rudi, antusias peserta workshop cukup tinggi. “Saya melihat mereka sangat bersemangat ketika berlatih menentukan predikat dari KKM sekolah. Apalagi ketika menyelesaikan tantangan soal HOTS yang diberikan partner saya,” ungkapnya.

Rudi berharap, soal-soal HOTS yang telah diberikan timnya bisa menjadi referensi dalam pembuatan soal yang melatih nalar siswa. “Khususnya Cambridge Assessment yang dijelaskan anggota tim saya, itu telah melatihkan HOTS sejak kelas I. Semoga menginspirasi,” pungkasnya. (Vita)