Tidak Punya Harta dan Ilmu, Maka Berinfaklah yang Ini Saja

56
Hikmah Press
Hamzah/pwmu.co
Mahsun Jayadi, kanan, menyerahkan buku karyanya kepada kepala MIM 23 Buntaran.

PWMU.CO– Keluarga besar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Buntaran Kec. Tandes Surabaya mengadakan Silaturahmi dan Halal Bihalal bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 23, Ahad (15/7/2018).

Ceramah diisi oleh Ketua PDM Surabaya Dr Mahsun Jayadi MAg. Dalam tauziyahnya,  Mahsun menyampaikan, amal ibadah setelah Ramadhan harus tetap dilanjutkan. Salah satunya dengan berinfak. ”Berinfak itu bisa dilakukan dengan berbagai hal. Salah satunya dengan harta,” tuturnya.

iklan

Dia bercerita, ada penduduk Madinah yang miskin dan tua. Tapi dia ingin berinfak namun tidak punya kelebihan harta. Maka Rasulullah kemudian berkata, kalau kamu tidak bisa berinfak dengan hartamu, lakukan dengan ilmumu. Kalau tidak bisa berinfak dengan ilmumu, lakukan dengan tenaga yang kamu miliki.  Kalau tidak bisa dengan harta, ilmu, dan tenaga, maka cukuplah kau tersenyum kepada saudaramu karena senyummu adalah sedekah untuk saudaramu.

Pada masa awal pendiriannya, sambung Mahsun, Muhammadiyah tidak banyak bicara soal fiqih tapi lebih dikenal dengan gerakan filantropi. “Kiai Dahlan di masa itu banyak mengkaji surat Al Maun, lalu mempraktikkan dalam gerakan kepedulian sosial menyantuni anak yatim dan fakir miskin, ” tutur wakil rektor III UMSurabaya ini.

Di akhir acara, Mahsun memberikan kenang-kenangan berupa buku hasil karyanya kepada kepala MI Muhammadiyah 23 Surabaya. Buku-buku yang ia berikan bertema tentang gerakan altruisme dan filantropisme Muhammadiyah. (Hamzah)