Rektor Resmikan Ruang Klinik Ujian untuk Calon Dokter di Rumah Sakit

Izzudin/pwmu.co
Rektor Fauzan, tengah, meninjau Ruang OSCE dan Ruang Profesi Dokter FK di Rumah Sakit UMM.

PWMU.CO-Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan beroperasinya Ruang OSCE (Objective Structure Clinical Examination) dan Ruang Profesi Dokter di Rumah Sakit UMM, Rabu (7/8/2018).

Peresmian oleh Rektor UMM Dr Fauzan MPd itu dihadiri jajaran dekanat, para dosen, staf rumah sakit UMM serta mahasiswa FK.  Ruang OSCE bertempat di lantai 4 RS UMM.  Desain ruang ini dibuat nyaman dan akrab sebagai tempat berkumpul calon dokter di semester akhir.

Ruang ini tempat calon dokter yang akan lulus mengikuti ujian praktik untuk melatih keterampilan mereka sebelum dikukuhkan. Sebagai universitas yang memiliki FK dengan jumlah mahasiswa yang banyak, sudah selayaknya bagi UMM membangun ruang OSCE sendiri.

Dekan FK Dr dr Meddy Setiawan SpPD menjelaskan, saat ini tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa FK UMM meningkat. Untuk mendukung optimalisasi itu, UMM terus menambahkan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, salah satunya ruang OSCE ini.

”Input delta UMM menunjukkan, lebih tiga perempat dari jumlah mahasiswa FK UMM lulus tepat waktu,” tandasnya.

Rektor Fauzan berpesan kepada dokter dan dosen FK untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan masyarakat sebaik-baiknya. Saat ini FK memiliki tiga Ruang OSCE. Dua berada di RS UMM dan satu ruang berada di Kampus II.

Ruang ini dilengkapi dengan beberapa stase. Seperti stase bedah, stase anak, stase penyakit dalam dan stase radiologi. Masing-masing ruang dapat digunakan untuk menguji sebanyak 28 mahasiswa. Menjadi satu-satunya kampus swasta di Malang yang memiliki ruang OSCE sendiri, kinerja seluruh civitas akademika diharapkan terus meningkat.

Di masa datang semua aktivitas FK dipusatkan RS UMM. Ruang profesi dokter yang baru, juga digunakan sebagai tempat pertemuan dan kegiatan lain yang berhubungan dengan kedokteran.

FK UMM segera menambah jumlah komputer untuk ujian Internet-Based Test (IBT), karena seluruh calon dokter harus mengikuti ujian keterampilan, ujian kompetensi dan ujian sertifikasi IBT. (Izzudin)

This post was published on Rabu 8 Agustus 2018 | 12:37 12:37

Related Post
Leave a Comment