Polisi Itu Gampang Masuk Surga, Ini Alasannya Menurut Ketua PWM Jatim

153
Hikmah Press
Aan/pwmu.co
Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin SH disambut Ketua PWM Jatim Dr HM Saad Ibrahim.

PWMU.CO-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur kedatangan tamu penting. Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin SH beserta pejabat utama yang mendampingi datang bersilaturahim ke Kantor Muhammadiyah Jatim Jalan Kertomenanggal VI/1 Surabaya, Jumat (10/8/2018).

Kedatangan Kapolda Jatim ini disambut hangat oleh Ketua PWM Jatim Dr M. Saad Ibrahim beserta jajaran pimpinan seperti Dr Sukadiono (bendahara), Ir Tamhid Masyhudi (sekretaris), Nadjib Hamid, Nur Cholis Huda, Prof Zainuddin Maliki, Prof Achmad Jainuri, Dr Hidayatullah, Prof Thohir Luth dan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Daim MM serta ketua Majelis-Lembaga PWM Jatim.

iklan

Saad mengatakan, banyak orang bilang berurusan dengan polisi itu ribet. Tapi faktanya tidak demikian. “Buktinya Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin SH mau menyempatkan waktunya datang bersilaturahmi dengan jajaran PWM Jatim,” katanya.

Dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim ini berkelakar, bagi seorang kiai untuk bisa masuk surga haruslah benar-benar baik. Tapi bagi seorang polisi cukup dengan sedikit berbuat kebaikan saja bisa masuk surga. “Polisi itu tugasnya berat. Karena itu jadi polisi yang baik itu sudah cukup. Insya Allah masuk surga,” imbuhnya.

Dia menegaskan, soal kebangsaan dan keindonesiaan Muhammadiyah sudah tuntas karena dengan tegas Muhammadiyah menyatakan bahwa negara Indonesia sebagai dahrul ahdi wa syahadah atau sebagai negara persaksian.

Bahkan, tokoh-tokoh Muhammadiyah berperan besar dalam perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. “Pada perumusan dasar negara Indonesia, yakni Pancasila juga ada peran besar dari tokoh Muhammadiyah. Jadi jangan ragukan Muhammadiyah soal keindonesiaan dan kebangsaan,” tuturnya.

Maka dari itu, lajut dia, ketika ada yang mengusik tentang keindonesiaan dan kebangsaan, bahkan mau mengancam keutuhan Negara Kesatuan negara Indonesia (NKRI), maka Muhammadiyah akan berada di depan. “Muhammadiyah akan menjadi benteng bagi kesatuan dan keutuhan NKRI,” tandasnya.

Sementara Irjen Pol Machfud mengungkapkan, merasa terhormat bisa diterima dan disambut hangat oleh para pimpinan Persyarikatan. “Terima kasih atas sambutan hangat dari PWM Jatim,” katanya. (Aan)