Tiga Ciri Pegiat Muhammadiyah, Berilmu dan Beramal Saja Tidak Cukup

103
Hikmah Press
Peserta Baitul Arqam Amal Usaha Aisyiyah Kabupaten Gresik di Agro Mulia Prigen Pasuruan (foto: r6/pwmu.co)

PWMU.CO – Bekerja di Muhammadiyah harus dilandasi niat ikhlas ibadah kepada Allah. Itulah pesan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nadjib Hamid MSi. Pesan itu disampaikan dalam Baitul Arqam Amal Usaha Aisyiyah Kabupaten Gresik di Agro Mulia Prigen Pasuruan, Sabtu, (11/8)

“Bekerja di amal usaha itu harus dilandasi niat ikhlas karena Allah. Kalau tidak ikhlas, maka bekerja akan terasa sangat berat,” tutur pria yang diwakafkan Muhammadiyah Jatim untuk terlibat dalam Pemilu Legislatif DPD RI 2019 itu.

iklan

Nadjib lantas menguraikan bahwa bekerja di amal usaha itu bisa mendapat ujrah (upah). Namun itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan ajrun (pahala) yang bisa diharapkan. “Sekarang tinggal pilih mau dapat ujrah apa ajrun? Kalau pilih ujrah, dapatnya sedikit. Oleh karena itu niatkan ibadah. Maka akan dapat ujrah walaupun sedikit tapi berkah dan juga akan dapat ajrun,” tegas pria kelahiran Lamongan ini.

Baca Juga:  Bekerja karena Ujrah atau Ajrun?

Dalam kesempatan itu, Nadjib juga menyebut tiga ciri pegiat Muhammadiyah sesuai yang dipesankan KH Ahmad Dahlan. Pertama selalu gemar mencari ilmu. Orang yang tidak berilmu, hakikatnya sama dengan mati. Kedua adalah beramal. Guru tidak dibekali ilmu, maka dia tidak bisa beramal. “Tapi berilmu dan beramal saja tidak cukup, karena itu harus memenuhi ciri yang ketiga yaitu ikhlas,” lanjut ayah tiga anak ini.

Ciri ketiga adalah ikhlas. Berkegiatan tidak ikhlas akan terasa berat. “Ikhlas dalam beramal akan membuat semua terasa ringan. Ibu-ibu datang ke sini nyaman saja jika ikhlas,” ungkap pegiat dakwah ini. (r6)