Siraman ala SDMM: Diawali Review Hafalan, Diisi Belajar Nge-MC dan Memaknai Estafet Sedotan

123
Hikmah Press
Foto bersama sebelum pulang. (Zaki/PWMU.CO)

PWMU.CO – Salah satu kebanggaan orangtua adalah melihat putra-putrinya dapat berbicara di depan umum. Hal ini disampaikan Fanduriyah, salah satu wali siswa Kelas V SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, dalam Silaturrahim Antarteman (Siraman), Sabtu (11/8/18).

Dia menuturkan, sebuah kebahagiaan bisa melihat putranya berbicara di depan guru dan teman-temannya sebagai pembawa acara.

iklan

“Afan itu anaknya agak pemalu, apalagi kalau sudah tampil di depan, suaranya itu ndak bisa keluar. Semoga dengan Siraman ini Mas Afan bisa belajar berani berbicara di depan,” harapnya. Afan adalah sapaan akrab anaknya: Misfan Faiq Azzahid.

Bertempat di rumahnya Jalan Topaz 1/14 Graha Bunder Asri, Funduriyah mengaku senang berkesempatan menjadi tuan rumah kegiatan Siraman yang pertama pada tahun pelajaran 2018/2019 ini.

Alhamdulillah, senang bisa mengenal lebih dekat teman-teman sekelas anak saya. Bisa menyuguhkan makanan kesukaan mereka, juga melihat bagaimana mereka berkomunikasi satu sama lain,” tuturnya.

Guru pendamping Kelas V SDMM Zaki Abdul Wahid menegaskan, Siraman bukanlah sekadar program berkunjung atau ajang silaturrahim.

Game estafet sedotan, salah satu agenda Siraman. (Tari/PWMU.CO)

“Mengenal lebih dekat alamat rumah dan keluarga temannya juga menjadi tujuan Siraman. Pembagian tugas seperti menjadi MC dan panitia game juga mengajarkan anak-anak berorganisasi secara sederhana,” ujarnya sambil menjelaskan bahwa Siraman dilaksanakan setiap satu bulan sekali selama 10 bulan ke depan.

Dia melanjutkan, setiap Siraman, ada lima siswa yang berperan sebagai panitia. Mereka bertugas menyiapkan game yang akan dimainkan sekaligus menyiapkan alat dan bahannya.

“Mereka membagi teman-temannya dalam kelompok, lalu menjelaskan di depan aturan mainnya, hingga menentukan juara dan membagikan hadiahnya,” ungkap Ustadz Zaki, panggilan akrabnya.

Dalam siraman kali ini, M Adam Fakhri Arsyal mengusulkan ide estafet sedotan sebagai game karena, menurutnya, mudah. “Tapi bisa menumbuhkan konsentrasi dan sikap hati-hati serta kerjasama untuk mencapai tujuan garis akhir,” ujarnya.

Ustadz Zaki menambahkan, tadarus yang dilaksanakan di awal sesi Siraman juga menjadi sarana review hafalan surat pendek dan memperlancar bacaan Alquran.

“Semoga bacaan tadarus anak-anak bisa mendatangkan berkah Allah SWT menjadi penerang tempat tinggal tuan rumah,” pesannya. (Ria Eka Lestari)