Di Depan Habib Al Habsyi dan Mama Dede saat Wukuf Arafah, Ini Khutbah Ketua Pemuda Muhammadiyah Malang

631
Hikmah Press
Pemandangan di salah satu sudut Padang Arafah saat wukuf pada 20 Agustus 2018 (istimewa/pwmu.co)

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Malang, Fakhruddin Alamsyah mendapat kehormatan untuk berkhutbah di padang Arafah. Tepatnya di hadapan sekitar 600 jama’ah yang tergabung dalam haji undangan (Furodah) sedang melakukan wukuf di Padang Arafah.

Fakhruddin awalnya sempat tidak percaya klo ternyata beliau sudah dibidik sejak keberangkatan dari Jakarta untuk menjadi khatib di Arafah. Bermodal pengalaman sebagai khatib muda yang sudah malang melintang, pria kelahiran Lamongan 19 Desember 1979, ini pun tampil tanpa canggung, apalagi gugup.

iklan

Fendy Budi salah satu jamaah haji ketika di konfirmasi, sempat menyampaikan kekagumannya pada keberanian pria yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur (PWPM Jatim) itu, “Lagian materinya juga cukup menarik,” katanya sambil menyebut tema “Revolusi Arafah Rasulullah sebelum Wafat”.

Padahal dalam rombongan ada ulama-ulama kondang tanah air seperti Habib Al Habsyi, Mama Dede dan artis-artis kondang lainnya seperti Sahrul Gunawan, dan lainnya.

Dalam khutbahnya, Fakhruddin menyampaikan pesan-pesan penting Rosulullah dalam khutbah wada’ di Arafah saat peristiwa Haji wada’ Nabi bersama shahabat-sahabatnya. “Wahai manusia sekalian, dengarkanlah perkataanku ini, karena aku tidak mengetahui apakah aku dapat menjumpaimu lagi setelah tahun ini di tempat wukuf ini,” kata Fakhrudin mengutip sabda Nabi SAW.

“Wahai manusia sekalian, sesungguhnya darah kamu dan harta kekayaan kamu merupakan kemuliaan (haram dirusak oleh orang lain) bagi kamu sekalian, sebagaimana mulianya hari ini di bulan yang mulia ini, di negeri yang mulia ini,” jelas pria yang juga anggota Corps Muballigh Muhammadiyah (CMM) Malang itu.

Kemudian Fakhrudin dalam khutbahnya menjelaskan yang disampaikan oleh Rasulullah saat itu. “Sesungguhnya segala tradisi Jahiliyah mulai hari ini tidak boleh dipakai lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan (seperti pembunuhan, dendam, dan lain-lain) yang telah terjadi di masa jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi. (Sebagai contoh ) hari ini aku nyatakan pembatalan pembunuhan balasan atas terbunuhnya Ibnu Rabi’ah bin Haris yang terjadi pada masa jahiliyah dahulu.”

Transaksi riba yang dilakukan pada masa jahiliyah juga tidak sudah tidak berlaku lagi sejak hari ini. Transaksi yang aku nyatakan tidak berlaku lagi adalah transaksi riba.
Fakhrudin menyampaikan khutbah sekitar 1 jam, dan menutupnya dengan doa sebagai penanda khutbah telah berakhir.

Selengkapnya isi khutbah lainnya adalah sebagai berikut. (izzudin)

***

Fakhruddin Alamsyah (istimewa/pwmu.co)

Sesungguhnya setan itu telah putus asa untuk dapat disembah oleh manusia di negeri ini, akan tetapi setan itu masih terus berusaha (untuk menganggu kamu ) dengan cara yang lain . Setan akan merasa puas jika kamu sekalian melakukan perbuatan yang tercela. Oleh karena itu hendaklah kamu menjaga agama kamu dengan baik.

Sesungguhnya zaman akan terus berputar, seperti keadaan berputarnya pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah dua belas bulan. Empat bulan diantaranya adalah bulan-bulan suci. Tiga bulan berturut-turut : Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Bulan Rajab adalah bulan antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban.

Takutlah kepada Allah dalam bersikap kepada kaum wanita, karena kamu telah mengambil mereka (menjadi istri) dengan amanah Allah dan kehormatan mereka telah dihalalkan bagi kamu sekalian dengan nama Allah.

Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isteri kamu dan isteri kamu mempunyai kewajiban terhadap diri kamu. Kewajiban mereka terhadap kamu adalah mereka tidak boleh memberi izin masuk orang yang tidak kamu suka ke dalam rumah kamu. Jika mereka melakukan hal demikian, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan kewajiban kamu terhadap mereka adalah memberi nafkah, dan pakaian yang baik kepada mereka.

Maka perhatikanlah perkata’anku ini, wahai manusia sekalian..sesungguhnya aku telah menyampaikannya. “Aku tinggalkan sesuatu bagi kamu sekalian. Jika kamu berpegang teguh dengan apa yang aku tinggalkan itu, maka kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Kitab Allah (Al-Quran ) dan sunnah nabiNya” (Al-Hadits ).

Wahai manuisia sekalian. Dengarkanlah perkataanku ini dan perhatikanlah. Ketahuilah oleh kamu sekalian, bahwa setiap muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, dan semua kaum muslimin itu adalah bersaudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu milik saudaranya kecuali dengan senang hati yang telah diberikannya dengan senang hati. Oleh sebab itu janganlah kamu menganiaya diri kamu sendiri.

Ya Allah..sudahkah aku menyampaikan pesan ini kepada mereka..? Kamu sekalian akan menemui Allah, maka setelah kepergianku nanti janganlah kamu menjadi sesat seperti sebagian kamu memukul tengkuk sebagian yang lain.

Hendaklah mereka yang hadir dan mendengar khutbah ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir. Mungkin nanti orang yang mendengar berita tentang khutbah ini lebih memahami daripada mereka yang mendengar langsung pada hari ini.

Kalau kamu semua nanti akan ditanya tentang aku, maka apakah yang akan kamu katakan ? Semua yang hadir menjawab : Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan tentang kerasulanmu, engkau telah menunaikan amanah, dan telah memberikan nasehat. Sambil menunjuk ke langit, Nabi Muhammad kemudian bersabda : ” Ya allah, saksikanlah pernyataan mereka ini..Ya Allah saksikanlah pernyatan mereka ini..Ya allah saksikanlah pernyataan mereka ini..Ya Allah saksikanlah pernyatan mereka ini ” [Hadits Bukhari dan Muslim].