“Jaka Berek Sawunggaling” Antarkan SD Muda Ceria Gresik Ikuti Lomba Teater Tradisional Tingkat Provinsi

210
Pasang Iklan Murah
Berfoto di sekolah. (Ian Ianah/PWMU.CO)

PWMU.CO – SD Muhammadiyah 2 Gresik  kembali berjaya di bidang seni. Kali ini sekolah berjulukan SD Muda Ceria itu menjadi Juara I pada Lomba Teater Tradisonal Jenjang SD/MI Se-Kabupaten Gresik dalam Pekan Seni Pelajar 2018 yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Senin (10/9/18).

Sebelumnya siswa SD Muda Ceria Gresik Abdul Aisy Abrisam menjadi Juara I dalam Lomba Bercerita Tingkat Siswa SD/MI Se-Kabupaten Gresik Tahun 2018 yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kabupaten Gresik, Ahad (30/8/18) lalu.

iklan

Uniknya, pada kedua lomba itu, sekolah yang berlokasi di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jalan KH Kholil Gresik itu menyuguhkan cerita yang sama: Jaka Berek Sawunggaling.

Teater SD Muda Ceria yang dimainkan oleh 13 lakon dan 5 pemusik itu mampu menampilkan performa terbaik di depan para juri sehingga berhasil menyisihkan enam tim lainnya.

Selain meriah Juara I, Teater SD Muda Ceria dinobatkan sebagai Duta Teater Kabupaten Gresik untuk mengikuti lomba serupa di tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019.

Penampilan Teater SD Muda Ceria Gresik saat perlombaan. (Istimewa/PWMU.CO)

Kepada PWMU.CO, Ahmad Farrel Haqiqi Annazii yang memainkan tokoh Adipati Jayengrana menjelaskan bahwa tidak ada kesulitan yang berarti saat dia tampil.

Hanya dia mengaku agak bosan memerankan Adipati Jayengrana. “Karena dulu juga pernah main juga jadi Adipati,” ujar Farrel sambil tertawa.

Dia mengatakan, momen yang paling berkesan adalah saat adegan Adipati Jayengrana bertemu dengan Jaka Berek, yang ternyata adalah anaknya: saat itu Jaka Berek menunjukkan selendang Cinde Puspita dari balik bajunya.

“Cinde Puspita itu aku titipkan pada ibumu agar hidupnya tentram dengan syarat ia tidak boleh memberitahu bahwa aku ayahmu dan selendang ini menjadi bukti kaulah anakku Jaka Berek,” Farrel menirukan ucapannya dalam adegan tersebut. “Jaka Berek akhirnya memeluk dan mencium kaki Adipati Jayengrana.”

Abizar Purnama SS, Kepala Urusan Kurikulum SD Muda Ceria yang juga penulis naskah mengemukakan alasannya mengangkat Jaka Berek Sawunggaling.

“Karena ada sumber pustaka yang menyebutkan bahwa Jaka Berek dan ibunya diungsikan di Setro Ujungpangkah. Selama ini kisahnya hanya berkisar di daerah Surabaya. Jadi, Gresik diduga juga memiliki dongeng-dongeng legendaris, ini perlu diangkat,” ujarnya.

Foto bersama usai tampil dalam lomba. (Istimewa/PWMU.CO)

Mengenai cerita Jaka Berek Sawunggaling yang juga dibawakan dalam lomba cerita sebelumnya, Sri Wahyuni SAg MPd—guru pembimbing lainnya—menjelaskan, “Intinya sama. Naskah dan penyutradaraan yang beda. Ini lebih detail dan dibawakan banyak orang. Ditambah lagi ada prolog Tari Remo dan Pencak Macan.”

Dalam lomba ini, panitia menghadirkan tiga juri yakni Rocy Marciano SSn MSn (Institut Seni Indonesia Jogjakarta), Rodhi TL Mpd (pemilik Sanggar Sangbala), dan M Zainuri (Bengkel Muda Subabaya).

Sebelum mengumumkan para juara mereka memberikan evaluasi mengenai penyutradaraan, artistik keutuhan cerita, ketrampilan lakon, dan tatanan musik.

“Pada tampilan ini para pemain mampu mengeluarkan realistik dari cerita. Gagasannya sangat bagus. Meski pesertanya hanya 6 tim, para pemain tidak mengejar juara namun mulai bisa digesek dengan keseharian menjiwai dengan kehidupan sehari-hari,” urai M Zainuri.

Sementara itu Rodhi menyampaikan,  kemajuan teater di Gresik luar biasa. Berkembang sangat bagus. “Dan hari ini sangat ketat. Hampir semua bagus, sehingga kami sebagai juri hari ini memberi nilai yang perbedaannya tipis,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ada tim yang artistiknya bagus namun keutuhan ceritanya kurang bagus. “Ada juga penyutradaraannya bagus, ketrampilan yang lainnya bagus, sehingga kami mempertimbangkan dan memusyawarakannya mana yang terbaik dari yang baik,” paparnya.

Sedangkan Rocy Marciano lebih menekankan pada lighting panggung yang kurang mendukung. “Kami berharap tahun depan menjadi masukan dan PR untuk panitia,” ujarnya.

Juri akhirnya memutuskan SD Muhammadiyah 2 Gresik sebagai Juara I dengan nilai 1.002, SDN Lowayu Juara II dengan nilai 897, dan Juara III adalah SDN Cangkir Gresik dengan nilai 896.

Sementara itu, Chairur Rizal—yang mewakili Dinas Pendidikan Gresik— mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta. (Ian Ianah)

Simak video penampilan mereka!