Penutupan Dolly Membuktikan Dakwah Politik Itu Lebih Efektif

59
Hikmah Press
Hendra HW/pwmu.co
Nadjib hamid mengisi Kajian Ideopolitor di Tebluru Solokuro.

PWMU.CO-Perkemahan Ceria Pandu Athfal (CPA) Hizbul Wathan (HW) Kwarda Lamongan diisi dengan berbagai macam kegiatan.  Salah satunya tabligh akbar dan dialog ideopolitor yang berlangsung di Masjid Al Ittihad Desa Tebluru Kecamatan Solokuro, Jumat (14/9/2018) malam.

Acara yang diadakan oleh Majelis Pembinaan Kader PDM Lamongan menghadirkan dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Dr H Zainuddin Maliki MSi dan Wakil Ketua PWM Jatim Nadjib Hamid MSi sebagai pembicara.

iklan

Nadjib Hamid menyampaikan, dakwah Islam dipersempit geraknya oleh ulah sekelompok orang. “Seperti baru-baru ini jika ada orang yang mau berdakwah dilarang oleh sekelompok orang. Maka sudah saatnya Muhammadiyah mengambil peran melalui kader-kadernya untuk berjihad melalui politik dengan membuat kebijakan yang amar makruf nahi munkar,” katanya.

Nadjib memberikan contoh di Surabaya tempat prostitusi yang bertahun-tahun ada, akhirnya tutup dengan kebijakan dari walikotanya, Tri Rismaharini.

“Contoh seperti Gang Dolly Surabaya, meski sudah ada pembinaan dari pemuka agama namun tetap saja tidak berpengaruh. Itu dulu, setelah Walikota Surabaya, Bu Risma, konsisten bahwa tempat pelacuran  harus ditutup, akhirnya Dolly dan lainnya tutup. Ini membuktikan bahwa dakwah bisa melalui politik,” terang calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini.

Menurut dia, kita harus peduli politik dengan cara memilih pemimpin yang berkomitmen pada kebaikan. Muhammadiyah sudah saatnya mengambil peran itu demi amar makruf nahi munkar melalui kadernya yang bisa memperjuangkan Islam.

“Jadi, mari kita memilih pemimpin dan wakil rakyat yang dapat mengemban amanah dengan misi dakwah yakni mengamalkan ajaran Islam. Agar kita tidak menyesal dan kemaksiatan tidak terus berkembang,” tandasnya.  (Hendra HW)