Sor! Enam Pekan Jadi Peserta Pertukaran, Mahasiswa Rumania Ini Berat Hati Tinggalkan Indonesia

316
Hikmah Press
Ahmad Faizun menyerahkan kenang-kenangan kepada Georgie. (Disah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Setelah enam pekan bertugas sebagai Exchange Participant (peserta pertukaran) di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Georgiana Illeana Marian (20) dengan berat hati meninggalkan Gresik, Jumat (14/9/18).

Perempuan cantik kelahiran Oradea, Rumania, 16 February 1998 ini merupakan salah satu peserta program Harmony in Diversity dari Association for the International Exchange of Students in Economics and Commerce (AIESEC).

iklan

Selama bertugas di SDMM, Georgie—sapaannya—tinggal bersama keluarga Ahmad Labib SHI MH, orangtua dari Fiorenz Janitra Ahmad, siswa kelas II Anggrek di Perumahan Gresik Regency Blok A nomor 35 GKB Gresik.

Kepala SDMM Ahmad Faizun SSos mengatakan, Georgie bertugas di SDMM sejak 7 Agustus hingga 14 September 2018. “Setelah masa tugasnya habis, Georgie langsung pamit dan bertolak ke Bali untuk selanjutnya terbang ke negaranya,” ujar Faizun, sapaannya.

Sebelum pulang ke negaranya, lanjut Faizun, Georgie sempat menghadiri Farewell Party (acara perpisahan) dengan guru dan siswa-siswi SDMM, Jumat (14/9/18) pagi. Dalam perpisahan itu, Georgie seperti berat meninggalkan Gresik. “Dia mengaku sudah betah tinggal di Gresik. Tapi karena masa liburannya akan berakhir, terpaksa harus meninggalkan Gresik dan kembali ke negaranya,” ujarnya.

Saat acara perpisahan, kata Faizun, Georgie pun menangis karena sedih meninggalkan lingkungan sekolah yang sudah dicintainya. “Georgie juga berjanji apabila ada waktu luang, dia akan berkunjung kembali ke sini,” katanya.

Menurut Faizun, selama mengajar di sekolahnya, Georgie cukup berhasil dalam meningkatkan keberanian siswa dan guru berbicara Bahasa Inggris. “Mengajarnya di kelas juga bagus dan menarik,” ungkapnya.

Georgie bersama Mar’atul Ula Khumairotuz Zahroh dan putrinya, Fiorenz Janitra Ahmad. (Disah/PWMU.CO)

Dalam Farewell Party tersebut, Mar’atul Ula Khumairotuz Zahroh, ibu dari Fiorenz Janitra Ahmad mengucapkan terima kasih kepada SDMM dan Georgie atas kebersamaan yang berkesan selama 6 pekan ini. “We are very happy for this togetherness. However now, we are very sad because this togetherness moment will be end,” ujarnya sedih karena kebersamaan ini akan berakhir.

Sembari menahan tangis, Georgie mengatakan tidak ingin mengucapkan selamat tinggal. Baginya, ini hanyalah awal dari sebuah pertemuan, bukan perpisahan yang sesungguhnya.

Ia juga menceritakan keputusannya memilih datang ke Indonesia adalah spontan dan pada akhirnya, dia menyadari itu adalah takdir yang membawanya bersama SDMM. Sebelumnya, ia hanya tahu beberapa hal tentang Indonesia.

Before coming to Indonesia I knew few things about the country. The decision to come here was spontaneous and now, at the end, I realize it was destiny that brought me together with you,” ungkapnya.

Georgie memberikan banyak rasa hormat dan kekaguman untuk semua orang di SDMM. Menurutnya, semua orang memberikan yang terbaik untuk membuatnya diterima dan merasa di rumah. “I have a lot of respect and admiration for everybody in SDMM. Everybody gave their best to make me feel welcome and make me feel at home,” ucapnya sambil mengusap air mata.

Ia mengatakan, SDMM sangat terorganisir dan siswanya disiplin serta cerdas. “I think the school is very organised and the students are indeed very disciplined and smart,” kata dia.

Ia mengucapkan terima kasih kepada SDMM yang telah memahami dan memberikan semua waktu dan persahabatan untuknya. “Thank you for understanding me and giving me all your time and your friendship,” ucapnya.

Di momen terakhirnya itu, ia ingin berbagi kata favoritnya dalam bahasa Rumania, yaitu ‘Sor!’. Artinya, perasaan rindu yang kuat bercampur dengan kasih sayang dan harapan untuk pertemuan berikutnya.

I’d like to finish by sharing with you my favourite word in Romanian that is ‘Sor!’. It means strong feeling of longing mixed with affection and hope for a next meeting,” ujarnya tersenyum. (Vita)