Muhammadiyah di Mata Georgie Warga Rumania

263
Hikmah Press
Georgiana Illeana Marian mengenakan pakaian khas Rumania dalam acara farewell party di halaman SDMM Gresik, 14/9/18. (Disah/PWMU.CO)

PWMU.CO – “Tak kenal maka tak sayang. Begitul kenal, langsung sor!”

Pepatah yang dimodifikasi ini paling pas untuk menggambarkan suasana batin Georgiana Illeana Marian (20), mahasiswa Rumania yang telah menunaikan tugasnya sebagai Exchange Participant (Peserta Pertukaran) di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur.

iklan

Sor, menurut Georgie, sapaannya, adalah kata dalam bahasa Rumania, yang berarti perasaan rindu nan kuat bercampur dengan kasih sayang dan harapan untuk pertemuan berikutnya.

Setelah enam pekan berinteraksi dengan guru, siswa, dan wali murid di SDMM dan beberapa sekolah Muhamamdiyah lainnya, Goergie harus meninggalkan Gresik, Jumat (14/9/18).

Banyak kenangan yang dia peroleh selama pengabdian singkatnya di Indonesia. Karena itu dalam hatinya sudah terjangkiti “sor” terhadap Indonesia, juga pada Muhammadiyah.

Kepada PWMU.CO, Georgie mengakui tidak tahu Muhammadiyah sebelum dia datang ke Indonesia. Tetapi dia senang mendapat kesempatan datang ke Indonesia dan menemukan organisasi yang luar biasa ini.

Before coming to Indonesia, I did not know about Muhammadiyah but I am glad I had the chance to come here and discover about this wonderful organization. I think Muhammadiyah doing an amazing job,” ungkapnya tentang Muhammadiyah yang telah melakukan pekerjaan luar biasa.

Ia berkesimpulan demikian setelah mengunjungi beberapa amal usaha Muhammadiyah, khususnya sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik.

Georgie bersama semua guru SDMM usai farewell party di halaman sekolah. (Disah/PWMU.CO)

Selain di SDMM, Georgie telah berkunjung ke Kelompok Bermain Tunas Aisyiyah Perumahan Pongangan Indah (PPI) Gresik, TK Aisyiyah 36 PPI Gresik, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 1 Gumeno Manyar, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 2 Karangrejo Manyar, dan SD Alam Muhammadiyah Kedanyang, Kebomas.

Menurut Georgie, semua sekolah Muhammadiyah adalah contoh dedikasi dan motivasi untuk sekolah lain. Hal ini, kata dia, karena para siswa belajar banyak hal di sekolah-sekolah tersebut. Tidak hanya dalam hal pengetahuan tetapi juga pelajaran berharga untuk kehidupan.

I think all the Muhammadiyah Schools are an example of dedication and motivation to other schools. The students learn a lot of things in these schools, not only in terms of knowledge but also valuable lessons for life,” paparnya.

Ia mengakui bangga karena mendapat kesempatan mengajar dan mengunjungi sekolah-sekolah Muhammadiyah. “I am proud I had the opportunity to teach and visit Muhammadiyah Schools,” ungkapnya.

Untuk semua guru dan siswa di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang pernah dia kunjungi, Georgie berharap mereka tetap bekerja dengan baik dan terus melakukan apa yang mereka lakukan dengan semangat dan dedikasi. “I hope they both keep up the good work and continue to do what they do with passion and dedication,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah itu adalah contoh bagi sekolah lain. “Don’t forget that you are an example for other schools,” tegas salah satu peserta program Harmony in Diversity dari Association for the International Exchange of Students in Economics and Commerce (AIESEC).

Tak lupa, Georgie mengucapkan terima kasih kepada siswa dan guru yang telah membuat dia punya pengalaman tak terlupakan. “Thank you to both students and teachers who contributed to make my experience unforgettable,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. (Vita)