Baju Klobot Menjadi Daya Tarik Qobilah MIM Solokuro saat Pawai HW

100
Hikmah Press
Fathan/pwmu.co
Peraga baju klobot, tengah, dari MIM 2 Solokuro dipamerkan dalam pawai taaruf Ceria Pandu Athfal.

PWMU.CO-Kulit jagung  yang populer disebut klobot menjadi barang buangan usai panen. Tapi di tangan kreatif bisa diubah menjadi barang menarik. Itulah yang dilakukan siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 2 Solokuro Lamongan.

Lewat tangan Seruni Pertiwi, klobot yang berserakan itu dirangkai menjadi baju yang unik dan menarik. Kreasinya itu dipamerkan saat pawai taaruf Ceria Pandu Athfal (CPA) di Lapangan Segelap Tebluru Kecamatan Solokuro, Jumat (14/9/2018).

iklan

”Waktu akan ada pawai, kita diskusikan apa yang layak dipamerkan mewakili MIM 2 Solokuro. Melihat banyak klobot berserakan di desa terpikir untuk merangkainya menjadi baju buat diperagakan dalam pawai,” ujar Seruni.

Dia membutuhkan waktu sepekan untuk merangkai  baju yang dirancang untuk ratu itu. Saat pawai, baju klobot kreasinya itu dipakai oleh Dewi Nur Sofiah sebagai modelnya. Dilengkapi dengan mahkota, Dewi Nur Sofiah tampil seperti ratu.

Sebagai pendamping, tampil Muhammad Nidhom Daifullah sebagai model raja dengan memakai busana dan mahkota warna putih. Baju raja ini juga rancangan Seruni.

Baju klobot ini menarik perhatian peserta dan penonton pawai. Bahkan Ketua Kwartir Hizbul Wathan (HW)  Jawa Timur Muhammad Harun Rosyiedh menjadikan baju klobot itu sebagai maskot pawai.

”Ini kreatif. Barang limbah pertanian bisa diubah menjadi barang yang menarik. Layak menjadi maskot pawai,” ujar Harun Rosyiedh. (Fathan)