Kisah dan Foto-Foto Eksklusif Relawan Muhammadiyah Jalan Kaki Salurkan Bantuan ke Bukit Pengungsian

532
Hikmah Press
(Foto Ardan Lele Marpuji/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kendala akses jalan yang tidak mulus dengan medan cukup terjal, ditambah titik-titik pengungsian yang sulit terjangkau tak menyurutkan langkah relawan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Indonesia untuk membantu warga korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Relawan MDMC Indonesian terus bergerak melakukan droping logistik sembari memberikan pelayanan kesehatan buat warga.

iklan

Seperti pagi itu, Senin (8/10/18), selepas briefing, enam relawan MDMC Indonesia berangkat ke Desa Oti, Kecamatan Sindue Tabata, Kabupaten Donggala. Desa tersebut lokasinya berjarak 80 kilometer dari Universitas Muhammadiyah Palu—lokasi Pos Koordinasi (Poskor) MDMC Indonesia.

(Foto Ardan Lele Marpuji/PWMU.CO)

Dokter Dentino Willi, Ali Efendi, Rounaqul Fahmi, Rudianto, Safi’i Abdul Kharim—relawan medis asal RS Muhammadiyah Lamonga—ditemani oleh Ardan Lele Mapuji dan Arik, relawan SAR berangkat ke desa tersebut menaiki dua mobil Strada.

Relawan berangkat membawa logistik berupa air mineral 10 dus, beras 250 kilo gram, dan mi instan 6 dus untuk dibagikan pada warga.

Dini Noviati, berdasar cerita Ardan Lele Mapuji, menerangkan, berbagai kendala dihadapi oleh relawan MDMC untuk bisa sampai di desa itu. Selain relawan harus menempuh perjalanan darat selama satu setengah jam lebih, mobil yang dipakai oleh relawan MDMC Indonesia sempat mengalami ban bocor.

(Foto Ardan Lele Marpuji/PWMU.CO)

“Ban bocor terjadi karena kondisi jalan yang nggak mulus dan medan juga tidak bersahabat,” ungkap relawan MDMC asal Jatim ini.

Untungnya, kata Dini, relawan MDMC Indonesia membawa ban serep alias ban cadangan di mobil yang mereka tumpangi.

“Untuk pos pertama, relawan tidak perlu susah payah untuk sampai di titik lokasi karena tempatnya masih bisa dilalui mobil,” terangnya.

(Foto Ardan Lele Marpuji/PWMU.CO)

Sementara untuk bisa sampai ke posko kedua dan ketiga, sebut Dini, relawan harus melakukan penelusuran dengan berjalan kaki sejauh 1 kilometer masuk ke hutan.

Setibanya di Desa Oti, relawan MDMC Indonesia langsung bergerak mengunjungi tiga pos pengungsian yang berada di desa tersebut.

Dini menyebutkan, kebanyakan warga desa memilih mengungsi ke perbukitan karena trauma dengan masih seringnya gempa. “Rumah warga tidak hancur. Tapi mereka khawatir tidur di rumah karena di Sulteng masih sering terjadi gempa,” ungkapnya. (Aan)

(Foto Ardan Lele Marpuji/PWMU.CO)