Khitanan Massal RS Aisyiyah Siti Fatimah Pascagempa Lombok: Dokternya Sakti, Nggak Keluar Darah

116
Hikmah Press
Tim DMC RSA Siti Fatimah melakukan khitan dengan laser di Lombok Utara. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dua bulan pascagempa bumi menguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Tim DMC (Disaster Medical Committee) Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur mengadakan khitanan massal di Klinik Muhammadiyah Gangga, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (11/11/18).

Sebanyak 40 anak mengikuti khitanan massal yang ditangani langsung oleh Direktur RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan dr Tjatur Prijambodo MKes bersama Kurniawan, Amd Kep dan Kritis Ardiansyah SKep Ners (perawat).

iklan

“Alhamdulillah, khitanan massal mendapatkan respon sangat baik dari masyarakat setempat,” kata dr Tjatur yang juga ikut mengkhitan, Jumat (12/10/18).

Dokter Tjatur menceritakan ada beberapa kisah lucu dalam khitanan massal ini. Disebutkan, seperti kebiasaan di Jawa, khitan dilakukan saat SD, maka sarung, koko, dan amplop yang dibawa untuk anak-anak SD.

“Ternyata kebiasaan di sini anak-anak dikhitan iti usianya 2-3 tahun. So, baju koko yang kami bawah jadinya kebesaran semua,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dr Tjatur, masyarakat setempat belum ada yang mengenal khitan dengan laser (cauter). Karenanya masyarakat merasa heran ketika dikhitan tidak ada darah yang keluar.

Dokter Tjatur (bertopi) iktu melakukan khitan. (Istimewa/PWMU.CO)

“Mereka terheran-heran dan berucap, Pak dokternya sakti,” ungkapnya.

Padahal, kata dr Tjatur, tenaga medisnya sudah memberi penyuluhan kalu khitan dengan laser tidak berdarah, dan insyaa Allah sembuhnya lebih cepat.

“Syukur nggak ada orangtua yang pingsan saat ngliat anaknya dikhitan. Apa gara-gara dokternya dikatakan sakti tadi ya,”

Ia menambahkan, khitan dengan laser (cauter) ini menimbulkan bau seperti sate. “Tapi di sini, nggak sempat ada bau sate. Sebab kalah dengan (maaf) bau keringat orang tuanya, ssstt…,” ini salah satu dinamika khitanan massal sebutnya.

Selain mengadakan khitanan massal, tim DMC RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan juga telah bertugas untuk memberikan layanan kesehatan buat warga selama tanggal 10-20 Oktober 2018. (Aan)