Tak Ada Sarung Mukena pun Jadi, Relawan Muhammadiyah Yang Shalat Darurat di Palu

172
Hikmah Press
Dava shalat dengan sarung rukuh. (Dini Noviani/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tak ada rotan, akar pun jadi. Pribahasa itu seolah pas mengambarkan situasi di tengah keterbatasan yang dialami oleh relawan MDMC (Muhammadiyah Disastet Management Center) Jawa Timur Rudianto ketika akan menunaikan shalat di masjid kampus Universitas Muhammadiyah (Unismu) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng)–lokasi Pos Koordinasi (Poskor) MDMC Indonesia.

Lantaran tidak menemukan sarung untuk dipakai menunaikan kewajiban shalat, bawahan mukena pun jadi. Dava–sapaan karib Rudianto–akhirnya menunaikan shalat Duhur sembari mengenakan bawahan mukena.

iklan

Dava menceritakan kisahnya itu ketika diwawancari PWMU.CO selepas testimoni di depan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim bersama MDMC dan Lazismu, serta perwakilan majelis-lembaga PWM Jatim, Jumat (12/10/18).

Ceritanya, pagi itu, Selasa (3/10/18), celana panjang dan baju milik Dava kebetulan sedang dicuci semua. Baju bersih yang tersisa cuma kaos dan celana pendek saja.

Dava pun memakai celana pendek dan kaos itu dalam aktivitasnya membantu para pengungsi di Poskor Unismu Palu saat itu. Mulai dari mengemas paket sembako, mendata warga, hingga mendistribusikan bantuan ke warga korban gempa dan tsunami Palu, Sulteng.

Aktivitas mendistribusikan bantuan itu berlangsung sampai pukul 13.00. Selepasnya, sebagian besar relawan beristirahat sejenak untuk makan siang dan menunaikan shalat.

Rudianto (kiri) dan relawan Dini Noviani. Kanan Ketua MDMC Jatim M Rofii. (MN/PWMU.CO)

Dava bersama dua relawan MDMC Jatim pun bergegas untuk menunaikan shalat Dzuhur, jamak Ashar di masjid kampus. Setibanya di sana, Dava mencari sarung untuk dipakai shalat.

Sayangnya, tidak ada sarung tersedia di sana. Yang ada hanya mukena. Tak pikir panjang Dava pun mengenakan bawahan mukena sebagai ganti sarung.

“Saya terpaksa harus shalat memakai bawahan mukena karena tidak menemukan sarung di masjid tersebut. He..he…,” cerita pria asal Lumajang, Jatim sambil cengar-cengir.

Maklumlah, kata Dava, situasi di lokasi bencana memang serba terbatas. “Yang penting itu kan kita tidak melalaikan shalat sebagai kewajiban selaku seorang muslim,” tuturnya.

Ternyata Dava tidak sendirian. Rekannya sesama relawan asal MDMC Jatim Zainal Arifin juga mengalami hal demikian. “Saya tidak sendiri. Zainal juga shalat pakai bawahan mukenah sebagai ganti sarung,” tandasnya. (Aan)