Dirikan MCK Darurat di Pengungsian, Relawan Muhammadiyah Tempuh 90 Km Perjalanan Lewati 10 Titik Longsor

76
Hikmah Press
Relawan MDMC sedang mendirikan MCK darurat. (Fajri/PWMU.CO)

PWMU.CO – Relawan Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) Indonesia mendirikan fasilitas umum mandi, cuci dan kakus (MCK) darurat untuk korban gempa dan tsunami yang mengungsi di Pos Layanan (Posyan) Desa Tanjung Pandang, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sebanyak dua fasilitas MCK darurat yang terbuat dari kayu dan terpal didirikan oleh relawan MDMC Indonesia dengan melibatkan warga. Mereka tampak bahu-membahu mendirikan fasilitas MCK darurat, Selasa (6/10/18) pagi.

iklan

Nur Fajri Rahmad, relawan MDMC Jatim menerangkan, pendirian MCK darurat dilandasi oleh kondisi fasilitas MCK di Posyan Desa Tanjung Pandang yang masih belum cukup memadai. Warga masih harus mondar-mandir pergi mengambil air ke sungai terdekat untuk kebutuhan MCK.

“Fasilitas MCK darurat itu sangat dibutuhkan oleh warga yang menggungsi di Posyan agar mereka tidak lagi mondar-mandir ambil air ke sungai. Ya, kebetulan posyan dekat dengan sungai,” terangnya ketika dihubungi via WhatsApp pukul 10.00 WIB.

Fajri menambahkan, sebelumnya, para relawan di Posyan lebih dulu harus berkoordinasi dengan pos koordinasi MDMC Indonesia terkait ketersediaan bahan-bahan untuk pendirian fasilitas MCK darurat.

Selepas itu, para relawan yang berada di poskor Universitas Muhammadiyah Palu bergerak mengantarkan bahan ke Posyan Desa Desa Tanjung Pandang. Relawan harus menempuh jarak sejauh 90 kilometer untuk sampai lokasi.

“Selama perjalanan, kami mendapati sekitar 10 titik longsor. Akibatnya, kami harus sedikit bersusah payah dalam pendistribusian logistik ke lokasi tersebut,” ungkapnya.

Fajri berharap, pendirian fasilitas MCK darurat ini bisa membantu warga yang rata-rata rumahnya hancur akibat gempa dan tsunami. “Semoga inisiatif dari kawan-kawan yang bertugas di Sirenja ini bermanfaat bagi warga,” harapnya.

Sementara itu, Nanda Frendy Happy, relawan MDMC Jatim lainnya menuturkan, pihaknya baru bisa merealisasikan dua fasilitas MCK darurat karena kekurangan kayu serta alat pertukangan “Sementara ini baru dua fasilitas MCK darurat yang bisa kami dirikan,” pungkasnya. (Aan)