Hari Selasa yang Dirindukan di Smamsatu Gresik

245
Hikmah Press
Kegiatan belajar bahasa Inggris di perpustakaan sekolah. (M. Ali Safa’at/PWMU.CO)

PWMU.CO – Di SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Selasa adalah hari yang dirindukan oleh guru dan karyawan yang tergabung dalam komunitas pecinta bahasa Inggris.

“Kalau ada istilah I hate Monday (saya benci hari Senin), maka untuk kasus ini adalah I love and miss Tuesday (saya cinta dan rindu hari Selasa),” kata Ria Fina Wijaya, salah satu anggota Smamsatu Teacher’s English Club.

iklan

Bukan tanpa alasan mereka merindukannya, seperti yang terjadi Selasa (6/11/18) di perpustakaan sekolah. Setelah bubaran sekolah, mulai pukul 15.30-16.30 WIB mereka mengikuti kegiatan klub bahasa Inggris khusus untuk guru dan karyawan ini dengan dibimbing langsung oleh Mr. Ryan Duborff Ulrich.

Mr Ryan adalah English Teaching Assistant (ETA) atau guru bantu dari USA yang didatangkan oleh Lembaga American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) @fulbrightindonesia untuk mengajar di Smamsatu Gresik selama 10 bulan.

“Senang sekali rasanya bisa belajar bahasa Inggris langsung dengan orang asing, orang yang paham sekali tentang Bahasa Inggris, sehingga kita tahu persis mana yang benar dan mana yang salah,” kata Leny Rakhmawati SPd, guru Kimia kelas X MIPA 1 International Class Program (ICP).

Saat kegiatan berlangsung di McD GKB Gresik. (M. Ali Safa’at/PWMU.CO)

Alasan lain dikemukakan guru PKN X MIPA 1 ICP Nur Hidajati SH. Ia rindu dengan kegiatan ini karena ingin bisa berbahasa Inggris dengan cara asyik.

“Kegiatan ini sangat asyik dan menarik. Tempatnya tidak melulu di satu tempat. Kadang kita belajar di perpustakaan, di restoran, di Pondok Madinatul Ilmi SMA Muhammadiyah 1 Gresik, dan sebagainya,” kata dia.

Sebagai pengajar Ryan Duborff Ulrich senang karena melihat “murid-muridnya” sangat bersemangat untuk belajar bahasa Inggris.” I like the way they study English. They have more spirit to study English than their students,” katanya.

Dia sangat suka dengan cara guru dan karyawan Smamsatu Gresik ini untuk bisa berbahasa Inggris. “Mereka memiliki semangat yang lebih untuk belajar bahasa Inggris,” ucapnya. (M. Ali Safa’at)