Lima Langkah Jaga Kondisi Tubuh di Musim Pancaroba

87
Hikmah Press
Dr Tjatur Prijambodo (Ernam/ PWMU.CO)

PWMU.CO – Hari-hari ini, cuaca mulai tidak menentu. Di mana pada pagi atau siang hari cuaca tampak cerah. Tapi menjelang sore hari, cuaca tiba-tiba berubah mendung, dan seketika turun hujan. Begitu pula sebaliknya.

Direktur Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Siti Fatimah Tulangan, Sidoarjo dr Tjatur Prijambodo MKes pun mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu atau dikenal sebagai musim pancaroba itu.

iklan

Menurut dia, hal itu penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit seperti ifluenza, demam, atau lainnya.

“Mengapa saat musim pancaroba kita mudah terserang penyakit? Karena saat musim pancaroba datang, cuaca tak bisa ditebak. Kalau kita tidak siap, maka kita akan mudah terserang penyakit yang diakibatkan melemahnya daya tahan tubuh karena perubahan cuaca itu,” katanya kepada PWMU.CO, Kamis (4/12/18).

Dokter Tjatur mengungkapkan, pada musim pancaroba, kadangkah cuaca panas di siang hari terasa begitu menyengat hingga pori-pori dan kulit terasa terbakar. Kadang juga hujan hingga kondisi mengalami hipotermia atau penurunah suhu tubuh alias kedinginan.

“Nah, kita bisa menggunakan jaket untuk melindungi tubuh dari terik matahari maupun kedinginan,” ungkapnya.

Ia kemudian membagikan tips untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat ketika memasuki musim Pancaroba. Tips pertama adalah selalu membiasakan hidup bersih. “Kita harus jaga selalu kebersihan lingkungan dan cuci tangan sebelum makan,” paparnya.

Tips kedua, lanjut dia, adalah dengan menjaga pola makan dengan tidak jajan sembarangan, penuhi nutrisi tubuh dengan menu gizi seimbang.

Ketiga, minum air putih 1,5 – 2 liter sehari untuk membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Keempat, rutin berolah raga sedang minimal 20 menit. Kelima, konsumsi vitamin atau suplemen jika dibutuhkan.

“Jika dengan menjalankan 5 hal di atas, tapi masih terserang penyakit, maka segera konsultasikan ke dokter, klinik atau rumah sakit Muhammadiyah/Aisyiyah terdekat,” ujarnya. (Aan)