Harapan Menjadi Sekolah Besar seteleh Ikuti International Training on Education

48
Hikmah Press
Syaiful Husna sedang menyampaikan kesan pesan. (Sonya Suryana/PWMU.CO)

PWMU.CO – International Training on Education: Training of Trainer (ToT) Islamic Education Leader (IEL) dan Applied Conversational English (ACE) yang diadakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim bekerja sama dengan Irsyad Trust LTd dan Temasek Foundation Internastional Singapura berakhir Rabu, (5/12/18).

Selama tiga hari sejak Senin (3/12/18), 26 peserta IEL dan 40 peserta ACE mendapat ilmu baru sesuai bidang masing-masing. Materi yang disampaikan kali ini merupakan modul 4 dari serangkaian materi ToT.

iklan

Peserta yang bermalam di Grand Whiz Hotel Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, merasakan manfaat dari kegiatan ini. Di kelas IEL misalnya, peserta mendapat materi bagaimana membuat kebijakan sekolah, pengembangan sekolah, monitoring dan evaluasi.

Di kelas ACE peserta mendapat materi terkait dengan pengajaran bahasa Inggris seperti English Speaking Basic 1-4, Making Drama Script and Drama performance, Picture Discussion,
Game Project, dan Idioms and Phrases 1-2.

Seperti yang dituturkan dua perserta ini. “Saya sangat berterima kasih kepada Majelis Dikdasmen PWM Jatim diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini,” ungkap Syaiful Husna,
S Pd, Kepala SD Muhammadiyah 1 Ngawi yang mengikuti kelas IEL.

Meskipun sekolahnya mempunyai keterbatasan tapi ia mempunyai semangat besar. “Saya berharap bahwa sekolah saya kelak bisa menjadi sekolah-sekolah besar seperti SD Muhammadiyah 4 Surabaya, SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Muhida), dan SD Muhammadiyah lain yang sudah besar,” urainya.

Ia juga berterima kasih kepada Irsyad Trust Muhammad Tarmizi bin Abdul Wahid yang telah menjadi trainer sejak modul 2 lalu.

Alumnus Jurusan Tarbiyah IAIN Maulana Malik Ibrahim Malang—kini UIN—ini juga senang mengikuti kegiatan ini, karena bisa bertemu dengan orang-orang hebat yang bisa memotivasinya untuk memajukan sekolah.

“Kita masih punya kesempatan dan keleluasaan baik waktu, tenaga, dan lainnya untuk menjadikan sekolah lebih maju dari sekarang,” terangnya. Untuk itu berharap kepada peserta, juga PWM Jatim memberinya kesempatan untuk ngangsu kawruh.

Hal senada disampaikan perwakilan dari kelompok ACE Imam Wahyudi, guru SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. “First point is this is very good program, because we can take many experiences, and improve self confidence, besides, all activities inspired us to improve our English,” ujarnya.

Menurutnya program ini sangat bagus karena Ia bisa mengambil banyak pengalaman, bisa meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu ia merasa terinsipirasi untuk meningkatkan kemampuan mengajar bahasa Inggris.

Ia juga menyampaikan, meskipun hari ini adalah pertemuan training terakhir, tetapi ini bukanlah kesempatan terakhir kita untuk menerapkan ilmu yang kita peroleh pada saat training. “This is nit the last time to practice, this is the last day of the meeting, we can apply the material when we teach our students at school,” terangnya. Ia akan menerapkan apa yang ia dapatkan pada saat mengajar.

Terakhir ia mengucapkan terima kasih kepada Trainer ACE yaitu Mr Khamsari bin Saini dan Mrs Zainab Qamari. “Thank you very much trainer, you are very good, I like your hospitality, your patient to inspire us to improve our English,” ucapnya. (Tanti)