Kegiatan OWEH SDMM: Yang Tak Bercakap-cakap dengan Bahasa Inggris Terkena Denda

146
Hikmah Press
Suasana belajar kelompok saat OWEH #6 di Pare, Kediri. (Yudi/PWMU.CO)

PWMU.CO – “Minus five, because you speak in Bahasa,” ujar Pradita Eka Putri SPd, guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Ahad (16/12/18) malam. Ia memberi pengurangan poin sebanyak 5 kepada salah satu siswa karena berbicara Bahasa Indonesia.

iklan

Ouw! What?!!” respon Nyan Youngkie, salah satu peserta One Week English Holiday (OWEH) #6 sesaat setelah mendapat pengurangan poin. Youngkie terkejut saat Puput—sapaan Pradita Eka Putri—menegurnya.

Youngkie bersama 74 siswa SDMM lainnya mengikuti kegiatan OWEH #6 di Pare, Kediri—atau yang dikenal dengan Kampung Inggris—selama 7 hari, Ahad-Sabtu (16-22/12/18).

Kepala SDMM Ahmad Faizun SSos mengatakan, peserta OWEH kali ini bertambah dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu hanya 55 siswa, tahun ini mencapai 75 siswa,” ujarnya saat sambutan melepas keberangkatan peserta, Ahad (16/12/18) sore.

Faizun juga mengapresiasi semangat siswa SDMM yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini di sela waktu liburan mereka. “Terima kasih juga dukungan orangtua yang mengijinkan ananda mengikuti kegiatan pilihan ini,” ujarnya di hadapan orangtua siswa yang mengantar.

Kepada peserta OWEH #6, Faizun mengingatkan untuk selalu menjaga adab-adab yang telah diterapkan di SDMM setiap hari. “Di mana pun kalian belajar, adab-adab tetap harus diterapkan. Jaga nama baik keluarga dan sekolah,” tuturnya.

Pelepasan keberangkatan peserta OWEH #6 di dining room SDMM. (Yudi/PWMU.CO)

Kepada PWMU.CO Senin (17/12/18), Koordinator International Class Program (ICP) SDMM Ria Pusvita Sari SPd menjelaskan, asrama siswa OWEH #6 ini sama dengan tahun lalu, di Ar Rochim Cottage, Jalan Brawijaya nomor 104 Pare, Kediri. “Sedangkan tutornya kami bekerja sama dengan Cambridge English Course,” ujarnya.

Vita—sapaan Ria Pusvita Sari—menambahkan, sebanyak 6 tutor yang mendampingi anak-anak selama belajar. “ Anak-anak akan mendapat materi Speaking (berbicara), English in Use (percakapan sehari-hari), Grammar (tata bahasa), Vocabulary (kosa kata), dan Speech Presentation (presentasi),” jelasnya.

Semua materi itu, lanjutnya, dikemas dalam pembelajaran yang menarik dengan game, outdoor, dan outbound sehingga anak tidak bosan. “Mereka akan belajar secara berkelompok, sehingga lebih maksimal,” ujarnya.

Vita mengatakan, anak-anak juga harus berbahasa Inggris setiap hari, setiap waktu, dan dengan siapa pun selama di Pare. Karena itu, ujarnya, setiap kamar diberi modal 50 poin. Poin itu bisa bertambah jika tak ada pelanggaran dan berkurang jika terjadi pelanggaran seperti yang dilakukan Nyan Youngkie. Semuanya akan diakumulasi untuk penilaian award di akhir kegiatan. 

“Ya supaya cepat lancar berbahasa Inggrisnya. Di akhir hari belajar nanti, kami juga akan mengadakan farewell party (pesta perpisahan) yang mengharuskan mereka tampil berbahasa Inggris,” jelasnya. (RPS)