Jika Tak Berilmu, maka Berlaku Hukum Bal Gedual, Inilah Artinya

78
Pasang Iklan Murah
Ani/pwmu.co Ustadz M In’am saat mengisi pengajian PCA Wringinanom.

PWMU.CO-Pimpinan Cabang Aisyiyah Wringinanom Gresik menggelar pengajian yang diadakan setiap sebulan sekali pekan ketiga. Bertempat di Masjid Al Mukminun Dusun Panggang Desa Lebanisuko, Ahad (16/12/2018). Pengajian ini juga dihadiri kader Nasyiatul Aisyiyah.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Sekretaris PCA Nur Alfa SPd yang sebelumnya tilawah bersama dipimpin oleh Khairun Nisa’ SPd.

iklan

Pengajian diisi oleh Drs Muhammad In’am MPd. Membuka kajian, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah periode 2010-2015 ini menyampaikan, kita dapat menghadiri pengajian Aisyiyah ini karena rahmat Allah.

“Karena kalau dengkul  kita linu, maka tidak bisa datang ke pengajian ini,” selorohnya disambut senyum jamaah. ”Karena dengan kita ngaji ini, maka kita bertambah ilmu yang dibuktikan dengan pengetahuan bisa membedakan halal, haram, baik, buruk, salah, dan benar,” tambahnya.

Sebaliknya, sambung dia,  jika kita tidak memiliki ilmu pengetahuan, maka nanti akan berlaku hukum bal gedual. ”Apa itu? Ini adalah hukum penjualan jamu yang artinya senajan gedhene sak bantal, atose sak ungkal, pingin waras kudu diuntal.” Jamaah langsung tertawa mendengarnya.

Untuk mendapatkan rahmat Allah, kata dia, perlu doa seperti tertuang dalam Al Kahfi : 10. Ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dan urusan kami.

Doa, ujar dia, harus istiqomah kita baca ditambah doa dalam Al Furqon. Jika yang berdoa ibu-ibu maka memintanya suami yang saleh. Sebaliknya jika bapak-bapak yang berdoa meminta istri yang saleha.

“Berdoa juga harus dengan sabar. Sesuai dengan Al Baqarah : 120 yaitu dikisahkan pada tentara Tholut bisa memenangkan tentara Jalut yang jumlahnya lebih banyak.”

Kemudian Ustadz In’am menyampaikan inti tausiyah dengan membacakan Az Zumar : 71. Isi cerita ayat itu orang kafir digiring ke neraka secara berombongan. Sampai di pintu neraka ditanya penjaganya, apakah belum pernah datang rasul untuk membacakan ayat Tuhanmu dan peringatan kepadamu akan pertemuan hari ini?

Mereka menjawab benar. Ketetapan azab pasti berlaku kepada orang kafir. “Maka seketika itu orang kafir masuk ke dalam neraka mak bleng. Gurih apa nikmat?” tanya ketua Majelis Hikmah PDM Gresik ini.

Lantas dia meneruskan sambungan cerita itu dengan membacakanFathir : 37. “Mereka berteriak minta dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia serta berjanji akan beramal saleh. Tetapi Allah menjawab kamu saya beri umur buat apa? Ngaji tidak, maka rasakno!” tandas Ustadz In’am.

Ustadz In’am menegaskan, manusia dikelompokkan menjadi dua, yaitu surga dan neraka. Kemudian bagaimana caranya kita bisa masuk surga?Mengutip dari hadits nabi, dijelaskan, besok di akhirat manusia tidak akan masuk neraka jika bisa mempertanggungjawabkan empat perkara.

Pertama, umur untuk apa kita gunakan. “Hayo siapa yang berumur 70 ke atas angkat tangan,” tanya Ustadz In’am. Dengan tersenyum ada dua nenek yang angkat tangan.

Kedua, ilmu. Tidaklah sama orang berilmu dan tidak berilmu. “Pendek kata semua kegiatan yang kita lakukan haruslah dielmoni. Termasuk mendidik anak dan haruslah kita menggunakan ilmu itu dengan benar,” tandasnya.

Ketiga, harta. ”Jika kita mencari harta yang halal Insya Allah berkah, dan sebaliknya jika mencari dengan cara yang tidak benar akan menjadi malapetaka. Maka itu kita tidak boleh pelit dengan harta, karena infak tidak menjadikan harta kita habis, tetapi akan bertambah,” tuturnya.

Keempat, badan. “Misi kita adalah semua anggota badan diminta pertanggungjawabannya, kalau kita gunakan sesuai dengan perintah Allah, insya Allah kita aman dan selamat dari neraka,” lanjutnya.

“Mudah-mudahan pengajian ini lancar dan istiqomah. Karena dengan mengaji akan memudahkan jalan kita ke surga kelak, insya Allah,” kata Ustadz In’am mengakhiri tausiyah. (Ani Ummu Aida)