Atasi Kehadiran B-12, Inilah Tips Bebas Cemas dan Sedih di Usia Tua

138
Pasang Iklan Murah
Dahlansae/pwmu.co Nur Cholis Huda mengisi pengajian PCM Pare.

PWMU.CO-Menjadi tua tak bisa dihindari. Sayangnya tidak semua orang mampu mengatasi kecemasan, kesedihan, dan kesepian di usia senja.

”Jika usia sudah mencapai 60 tahun, manusia dihinggapi rasa cemas dan sedih. Biasanya ditandai dengan kehadiran B-12,” kata Wakil Ketua PWMJatim Nur Cholis Huda ketika pengajian PCM Pare di Masjid Sholihin Kampung Taruna Pare Kediri, Ahad (16/12 /2018).

iklan

Kehadiran B-12 itu, sambung Nur Cholis, yaitu botak, bogang, bingungan atau pikun, blereng atau mata kabur, budeg atau tuli, bungkuk, bawel, boloten/bau tidak sedap, beser, bebelan atau sembelit, buyuten atau selalu gemetar memegang sesuatu, dan bokek atau tidak punya uang .

Menurut Nur Cholis, B-12 itu membuat orang tua merasa cema sdan sedih sehingga suka-uring-uringan. ”Resep terhindar dari  kehadiran B-12 tidak lain banyak berdzikir dan bertasbih,” ujar penulis banyak buku ini di antaranya berjudul Rumput Tetangga Tidak Lebih Hijau.

Mengingat Allah terus menerus caranya dengan shalat. Jika waktu shalat telah tiba, datanglah ke masjid. Perbanyak shalat sunnah. “Wadzakarosma robbihi fasholla.  Dan mengingat RobbNya  maka shalatlah,” kata Nur Cholis mengutip ayat surat Al A’laa

Kemudian membacakan surat Yasin ayat 68, dia menjelaskan, dan siapa saja yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia pada awalk ejadiannya, maka mengapa mereka tidak mengerti?

“Dalam ayat ini Allah menceritakan tentang manusia apabila usia dipanjangkan, maka akan dikembalikan pada keadaan lemah, sesudah kuat, lelah sesudah semangat,” tuturnya.

Jadi, kata dia, manusia harus selalu ingat bahwa dia lahir dalam keadaan lemah. Setelah itu menjadi dewasa dan kuat. Kemudian menjadi tua dan lemah lagi.

”Sekarang saat kita sudah dewasa  dengan seenaknya memarahi orang tua yang lemah, pikun, beser padahal nanti dia juga mengalami seperti itu,” tandasnya.

Nur Cholis meyakinkan dengan shalat dan dzikir secara istiqomah di masa tua akan dijaga Allah dari kesedihan, kecemasan, dan kesepian.

Dia mengutip suratFushilat ayat 30, sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb kami Allah, kemudian mereka istiqomah, maka diturunkan para malaikat dengan mengatakan janganlah kamu merasa takut dan jangan merasa sedih, bergembiralah kamu dengan memperoleh surga, yang dijanjikan Allah kepadamu.

Dia kemudian bercerita tentang Buya Hamka di masa tua ditangkap rezim Bung Karno dan ditahan di Rumah Tahanan Militer. Ternyata tidak ada tentara yang menjaga selnya. Begitu juga ketika sakit dan dibawa ke rumah sakit, kamarnya tidak dijaga.

Buya Hamka penasaran lantas bertanya kepada perawat, kenapa kamarnya tidak dijaga tentara. Perawat itu menjawab, para tentara itu takut.

”Kenapa takut? Saya sudah tua. Kegiatan cuma shalat, dzikir, baca kitab.”

Perawat itu bercerita, tentara itu takut sebab saat menjaga Buya Hamka ternyata sudah ada orang-orang bersurban putih yang menjaga.

”Tidak ada orang bersurban menjaga saya,” kata Buya Hamka.

”Ada, Buya. Saya sendiri melihatnya. Itulah yang ditakuti para tentara. Makanya mereka menjaga dari jauh saja.” (Dahlansae)