Lahir Lebih Dulu, Amal Usaha Banyak tapi Persyarikatan Masih Dinomorduakan

95
Hikmah Press
Hendra/pwmu.co Sulthon Amin mengisi pengajian di PCM Ngunut Tulungagung.

PWMU.CO-Kiprah dakwah Muhammadiyah di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan sudah sangat besar di negeri ini dengan berdirinya panti asuhan, sekolah, dan rumah sakit. Namun faktanya di mata orang, persyarikatan ini masih dianggap minoritas. Masih dinomorduakan.

Wakil Ketua PWM Jawa Timur Sulthon Amin mencontohkan, seringkali dalam acara pemerintah, penyebutan Nahdlathul Ulama (NU) lebih dahulu, baru kemudian Muhammadiyah.

iklan

”Padahal menurut sejarah, kelahiran Muhammadiyah lebih dahulu daripada Nahdhatul Ulama. Belum lagi jumlah amal usaha seperti panti dan sekolah,”  kata Sulthon Amin ketika mengisi pengajian di Masjid Al Islah PCM Ngunut Tulungagung, Ahad (16/12/2018).

Sulthon melanjutkan, dalam hal amal usaha sulit menandingi yang dipunyai Muhammadiyah. Contoh, panti asuhan lebih dari 38 se-Jawa Timur. Bidang pendidikan mulai PAUD, TK, SD/MI, SMP, SMA/SMK, sekolah tinggi dan universitas semuanya ada.

“Tidak mustahil PCM Ngunut akan mempunyai universitas, mengingat jarak kota Tulungagung yangjauh dari kota yang ada universitas Muhammadiyah,” kata Sulthon yang diamini oleh 300 jamaah yang hadir di kajian itu.

Namun ada yang membuat pengusaha ini prihatin. Lulusan sekolah Muhammadiyah tidak menampakkan kemuhammadiyahannya. Seperti lupa dengan apa yang diajarkan sekolah dan organisasinya. Pelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan seolah-olah tak membekas dalam kehidupan seharian.

Karena itu, kata Sulthon, generasi muda harus diingatkan sejarah sulitnya perjuangan mendakwahkan Islam dan Muhammadiyah. ”Di zaman dulu walau dengan alat komunikasi yang terbatas Muhammadiyah bisa berkembang. Ini salah satu cara untuk membangkitkan ghirah organisasi generasi muda sekarang,” tandasnya.

Dalam bidang kemanusiaan, MDMC dan Lazismu kiprahnya sangat cepat dalam urusan penanggulangan bencana baik nasional maupun internasional.

Muhammadiyah, sambung dia, bisa mencapai kesuksesannya apabila warganya selalu berpikir dan berjuang apa yang mampu dilaksanakannya. ”Landasan ikhlas untuk mendapatkan ridho Allah swt menjadi dasar penting untuk perjuangan,” tandasnya. (Hendra Pornama)