Peringati Milad Muhammadiyah, UMG Gelar Seminar Gula

98
Hikmah Press
Peserta seminar. (Anton/PWMU.CO)

PWMU.CO – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar peringatan Milad Ke-106 Muhammadiyah bertema Ta’awun untuk Negeri, di Gedung F Auditorium Lantai 3 UMG, Selasa (18/12/18) dengan Seminar Nasional Percepatan Industri Gula Modern, Berdaya Saing Global, Berkeadilan, dan Berkelanjutan. 

Dalam sambutannya, Rektor UMG Prof Dr Setyo Budi MS, menyampaikan kondisi tata niaga pergulaan Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. “Petani tebu sebagai tulang punggung terhadap pemenuhan kebutuhan gula nasional merasa tidak mendapat perhatian yang sepadan,” ujarnya.

Menurutnya, banyak kendala yang dihadapi oleh petani tebu, mulai dari kendala memperoleh pupuk yang tepat (jumlah, jenis, dan waktu), tingginya biaya produksi, sulitnya memasarkan produk gula dengan nilai yang memadai, maupun kendala permodalan. “Itulah yang melatarbelakangi kami menyelenggarakan seminar nasional ini sebagai serangkaian peringatan Milad Ke-106 Muhammadiyah,” kata Prof Budi.

iklan

Dia berharap agar kendala-kendala yang dihadapi para petani tebu itu bisa teratasi bersama dan berkesinambungan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Dr M Saad Ibrahim MA sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dia mengajak komponen bangsa untuk mengatasi problem masyarakat saat ini dengan merujuk pada Surat Almaidah Ayat 2.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah,  sungguh,  Allah sangat berat siksa-nya.”

Saad menerangkan, ta’awun adalah tolong-menolong antarsesama umat manusia dalam hal kebaikan. “Supaya saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan pribadi maupun kebutuhan bersama, Saling tolong menolong untuk negeri harus dilandasi oleh agama,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, taawun harus dilakukan bersama-sama, saling bersinergi untuk menghasilkan apa yang diharapkan.

Dalam kegiatan ini panitia mengundang  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik berserta organisasi otonom yaitu, Pimpinan Daerah Aisyiyah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyyah, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Kwarda Hizbul Wathan. Selain itu tenaga pengajar dan kependidikan, serta organisasi mahasiswa UMG. Ikut hadir pula para petani tebu se-Jawa Timur. (Tsalis)