Anak-Anak Kolong Jembatan Itu Lega Akhirnya Bisa Sunat

32
Pasang Iklan Murah
Habibie/pwmu.co
Peserta khitan massal di RS PKU Muhammadiyah Surabaya.

PWMU.CO-Tim Sedekah Barokah bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Surabaya mengadakan khitanan massal di Ruang Muzdalifah 3 Lantai 1 Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya, Selasa (18/12/2018).

Koordinator Tim Ibu Ari mengatakan, kegiatan ini kami adakan setiap tahun. “Awalnya kami diajak Sahabat Bintang untuk mengkhitankan 15 anak dari kolong jembatan,” cerita dia.

iklan

Tahun berikutnya, kata dia, peserta khitan bertambah menjadi 20 anak. Saat ini bertambah lagi menjadi 31 anak. Sebanyak 15 anak dari kolong jembatan dan 16 anak dari teman-teman sopir ojek.

”Untuk penggalangan dana kami lakukan melalui Facebook (FB), Instagram (IG) dan disebarluaskan ke teman-teman pengajian,” ujar Ibu Ari.

Menurut dia, peserta ini kalau ikut sunat massal susah karena tidak punya KK, KTP. Jadi mereka minta bantuan ke kami. “Mbak, tidak ngadakan sunatan massal tah? Kami tidak punya KTP, anak tidak punya akte kelahiran,” kata salah satu orang tua mereka.

“Mereka kalau ikut sunat massal di tempat lain kan harus ada syarat itu semua. Mereka tidak bisa ikut. Akhirnya kami mengadakan khitan massal tanpa persyaratan itu. Kalau dulu awalnya memang khusus anak kolong tetapi sekarang semakin meningkat jadi anak kurang mampu kita khitankan tapi sama juga tidak harus menyerahkan KTP. Cuma kita sudah survei kalau memang keadaannya tidak mampu kita bisa mengkhitankan,” ujarnya.

Dari awal, sambungnya, kami bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah karena diberi harga murah. Bahkan awal kerja sama, anak-anak diberi perlengkapan sekolah.

“Fasilitas yang diberikan dari Sahabat Bintang dapat tas, uang saku, baju, peci dan perlengkapan sekolah. Nanti setelah kontrol mereka dapat uang saku kembali, makanan dan sembako. Sembako itu ditujukan supaya mereka mau kontrol karena kalau dari orang kolong tidak dikasih sembako biasanya mereka tidak mau mengontrolkan anaknya,” tutupnya.

Sementara peserta khitan dari Medokan Ayu,  Ahmad Fikran, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Keluar ruangan khitan cengar-cengir padahal waktu pas dikhitan dia mengeluh kesakitan dan minta PlayStationnya diperbaiki.

 “Yah, nanti kalau sudah khitan PlayStationku diperbaiki,” pinta dia ke ayah yang berada di sampingnya. “Iya,” kata ayahnya singkat.

Humas RS PKU Muhammadiyah Surabaya Siti Chabsah SSos menambahkan, kegiatan khitanan massal  ini sudah berjalan selama tiga tahun.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu masyarakat kurang mampu sehingga kami dari RS PKU Muhammadiyah Surabaya menggandeng Tim Sedekah Barokah. Insya Allah tahun depan kami akan memperluas kegiatan bakti sosial juga,” ujarnya. (Habibie)