Serunya Siswa ketika Berkisah Para Nabi

63
Pasang Iklan Murah
Humaiyah/pwmu.co
Santri ketika mengambil undian bercerita para nabi di SD Muhammadiyah Tanggul.

PWMU.CO – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, mengadakan acara “Liburan bersama Alquran”.

Kegiatan bertempat di SD Muhammadiyah 1 Tanggul, Rabu-Selasa (19-25/12/18). Pesertanya 50 santri putra dan putri. Acaranya menghafal Alquran dan Sirah Nabawiyah.

Untuk menyegarkan suasana diselipi ice breaking. “Buatlah barisan lurus menghadap utara. Silakan letakkan kedua tangan di pundak teman di depanmu. Kemudian pijat dengan nyaman. Selanjutnya berbalik arah gantian pijat pundak teman di depanmu,” instruksi guru Humaiyah mengawali materi.

iklan

Forum menjadi riuh. Ada yang nyaman dengan pijatan temannya. Tapi ada juga yang geli hingga tertawa terpingkal-pingkal.

Setelah itu guru membawa kocokan. Isinya rahasia. “Ayo siapa yang berani maju?” tanya Bu Guru.

Semua terdiam. Tak berani maju mengambil kocokan. Setelah ditunggu beberapa saat, barulah Ilyan mengacungkan jarinya.

“Saya, Bu,” kata siswa kelas satu SD Muhammadiyah 1 Tanggul sambil maju dengan percaya diri.

Bu Guru memberi tahu apa yang harus dilakukan. Siswa diminta menceritakan kisah Nabi yang namanya keluar dari kocokan.

Setelah dikocok keluarlah secarik kertas. Ilyan membaca. “Nabi Ilyas. Waduh aku gak mau, Bu. Aku gak tahu ceritanya,” pinta Ilyan.

“Baiklah, Ilyan mau bercerita Nabi siapa?” tanya Bu Guru.

“Nabi Adam,” jawabnya.

Akhirnya Bu Guru kembali mengocok isi gelas. Ekspresi Ilyan sungguh menggelikan. Sambil menadahkan tangan dan berdoa. “Ya Allah semoga yang keluar Nabi Adam,” kata Ilyan penuh harap.

Ternyata yang keluar Nabi Ilyasa. Ilyan menolak sebab tidak tahu ceritanya. Dikocok lagi. Keluar Nabi Daud. Baru Ilyan sanggup bercerita.

Dia bercerita bagaimana serunya peperangan antara Jalut dan Thalut. Dia sering mengucapkan kata ‘habis itu’ untuk pergantian kalimat. Hingga teman yang mendengarkan menyeletuk. “Ilyan, kok banyak habisnya?” tanya salah seorang teman. Mendengar itu, ruangan penuh dengan gelak tawa. (Humaiyah)