Bangsa Lain Antre seperti Semut, Kita Kayak Tawon

84
Hikmah Press
Zainuddin Maliki di Masjid Kholifah Pondok Pesantren Al-Manar Sedayulawas

PWMU.CO-Ada dua syarat memajukan bangsa. Pertama, kuat imannya. Kedua, luas ilmunya.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PWM Jatim Prof Dr Zainuddin Maliki di Masjid Kholifah Pondok Pesantren Al-Manar Muhammadiyah Sedayulawas Lamongan, Jumat (21/12/2018) Subuh.

iklan

Menurut Zainuddin, dua syarat itu yang dilakukan KH Ahmad Dahlan ketika ingin mengangkat bangsa yang saat itu masih terjajah agar bangkit untuk merdeka.

“Miris melihat nasib bangsa yang terjajah KH Ahmad Dahlan berkata ini harus diperbaiki dengan iman yang kuat dan luas ilmunya,” kata caleg DPR RI dari PAN No. 2 Dapil Gresik-Lamongan itu.

Jika ada negara atau bangsa belum maju, sambung Zainuddin, berarti imannya belum kuat dan ilmunya belum luas.

Indonesia beruntung memiliki kekayaan alam yang subur, katanya. “Tapi sudahkah pribumi dikatakan makmur dengan kekayaan yang Indonesia punya?” tanyanya.

Peradaban kita, ujar dia, masih kalah dengan tetangga sebelah. Contoh kecil masalah antre. “Negara tetangga kita sudah mampu antre rapi bagaikan semut. Indonesia masih antre bagaikan lebah,” tandasnya.

Indonesia, kata dia, seperti potongan kecil surga yang turunkan ke bumi. Tapi masih ada masyarakat yang hidupnya tidak makmur. Bahkan bergantung pada hasil curian.


“Ini juga akibat dari memilih pemimpin yang asal-asalan,” tegasnya.

Dia menceritakan, seorang peneliti dari Jepang meneliti negara yang maju dan mana yang tidak. Indikatornya bukan sumber daya alam dan jumlah penduduknya tapi banyaknya manusia-manusia yang bisa dipercaya.

“Amanah dan saling percaya adalah ciri-ciri keimanan maka dari itu mari kita petik untuk memperkuat keimanan dan ilmu agar kita mampu membangun peradaban yang beradab sehingga kehidupan kita dimuliakan,” katanya. (Dennis Nugroho)