Mengapa Gerakan Kepanduan Muhammadiyah Memakai Nama Hizbul Wathan, Bukan Hizbullah?

347
Hikmah Press
Hajriyanto Y. Thohari (kanan). (MHR/PWMU.CO)

PWMU.CO – Padvinder Muhammadiyah didirikan tahun 1918 oleh KH Ahmad Dahlan. Pada tahun 1920 namanya diubah menjadi Hizbul Wathan.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hajriyanto Y. Thohari mengungkapkan hal itu pada Apel Akbar Perkemahan Silaturahim Nasional (Persinas) 1 Abad Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Lapangkan Kempi 3 Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur Jakarta Timur, Jumat (21/12/18).

Apel kedua ini dihadiri Presiden Joko Widodo. Sedangkan pada apel pertama, Kamis, (20/12/18) hadir Menteri Pendikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

“Kenapa tidak menggunakan nama Hizbullah? Kenapa tidak Hizbul Islam karena mereka adalah gerakan partai politik dan dalam aktivitas lebih jalur keras,” jelas Hajri—sapaannya.

Akan tetapi, sambungnya, KH Ahmad Dahlan memilih nama Hizbul Wathan sebagai guardian atau penjaga Tanah Air yang bermakna lebih patriotisme sebagai penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

“Oleh karena itu, jangan pernah ditanyakan lagi tentang patriotisme. Jangan ajari kami tentang cinta Tanah Air. Jangan sangsikan kami. Di usia yang tua dan dewasa 100 tahun ini tidak perlu di ajari lagi patriotisme. Kepanduan Hizbul Wathan sudah melakukannya,” ucap Hajir disambut tepuk riuh peserta Persinas.

iklan

Mengakhiri sambutan, Hajri berpesan kepada pandu Hizbul Wathan dan warga Muhammadiyah untuk terus dan tetap mengkokohkan terus cinta Tanah Air. “Kita galakkan sikap sedikit bicara banyak bekerja,” ujarnya.

Hajri juga mengucapkaan terima kasih atas kehadiran Presiden Jokowi di tengah kesibukan menjalankan tugas negara. (MHR)