Ada Lomba Baca Kitab Kuning Metode Tamyiz dalam Gebyar Panti Asuhan Ini

105
Pasang Iklan Murah
Ahmad Hasan Farodhis (kiri) dari PAM Probolinggo sedang mengikuti lomba membaca kitab kuning metode Tamyiz. (Sunarsih/PWMU.CO)

PWMU.CO – Lomba baca kitab kuning metode Tamyiz menjadi ciri khas tersendiri dalam Gebyar Panti Asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah (PAMA) 2018, yang digelar Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, di SD Muhammadiyah 4 Kota Batu, Jumat (21/12/18).

Keunikan dari metode ini adalah serangkaian susunan lagu yang dibuat sebagai media dalam menghafal teori-teori kebahasaan dalam bahasa Arab yang meliputi nahwu dan sharaf.

Metode seperti itu semakin mempermudah menghafal dan menggunanya secara aplikatif dalam memahami sebuah teks. Selanjutnya, metode ini menjadi ciri khas tersendiri bagi panti asuhan karena metode ini menjadi salah satu program MPS PWM Jatim.

Ahmad Hasan Farodhis, salah seorang peserta dari Panti Asuhan Muhammadiyah Probolinggo mengaku lebih mudah mempelajari Alquran dengan metode Tamyiz. “Kami hanya butuh waktu selama dua bulan untuk belajar metode ini,” ujarnya. Secara khusus ia juga digembleng setiap sore selama sebulan oleh ustadznya.

Fathurrohman, juri lomba ini, mengatakan lomba yang diikuti oleh 17 peserta dari seluruh PAMA di Jawa Timur ini teks yang dilombakan adalah Alquran Surat Albaqarah ayat 2-15.

“Dari teks tersebut peserta diharapkan bisa menyebutkan konsep tata bahasa Arab kemudian menyanyikan lagu (nadham yang berisi teori kebahasaan) serta makna kata dan kalimat yang dimaksud,” ujarnya.

Fathurrohman menjelaskan, yang dinilai adalah kelancaran lagu dan tajwidnya serta langsung konsep kebahasaannya. “Jika mereka mampu menjawab dengan lancar sesuai kriteria yang ditetapkan, maka secara otomatis akan masuk ke babak selanjutnya. Dan dari babak kedua akan ditentukan para pemenangnya,” ujarnya.

Dengan adanya metode Tamyiz ini diharapkan, sambungnya, bisa memunculkan kader-kader yang memiliki kompetensi di bidang bahasa Arab sehingga bisa menjadi mubaligh dan mubalighat pendakwah Pesyarikatan.

Lomba adu kemampuan dan bakat lainnya adalah lomba tahfidh, kaligrafi, pidato, Tapak Suci, dan catur. (Sunarsih)

iklan