Saad Ibrahim: Kader Muhammadiyah Perlu Membangun Jaringan Keluarga Sesama Aktivis

Nely/pwmu.co
Ketua PWM Jatim Saad Ibrahim, tengah, memberi sambutan dalam pembukaan Famgath kader Muhammadiyah di Taman Sengkaling Malang.

PWMU.CO-Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr Saad Ibrahim mengutarakan betapa pentingnya kader Muhammadiyah membangun relasi atau jaringan keluarga dengan orang-orang yang seideologi terutama bagi kader yang belum menikah.

Hal itu disampaikan Saad Ibrahim dalam Pembukaan Family Gathering Kader Sang Surya bertempat di Taman Rekreasi Sengkaling, Sabtu (29/12/2018) malam.

“Saya jadi terpikir bagi kader yang belum menikah. Kalau kita perhatikan, mertuanya Nabi Muhammad itu Abu Bakar. Kemudian mertuanya lagi Umar. Menantunya adalah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Maknanya betapa pentingnya kita membangun relasi dengan orang-orang yang memiliki garis dan keyakinan yang sama,” katanya.

Menurut Saad, bentuk relasi yang dicontohkan Nabi Muhammad itu merupakan cara menyampaikan rasa terima kasih kepada para sahabatnya.

“Hemat saya itu adalah cara Nabi untuk menyatakan terima kasih pada pengorbanan yang dilakukan oleh Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali bin Abi Thalib. Maka menurut saya ini juga menjadi penting untuk kita lakukan di keluarga Muhammadiyah,” tuturnya.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang ini menambahkan, tradisi hubungan relasi itu pun telah dicontohkan oleh para kiai di pesantren.

“Doktor Damakhsyari Dhofier, ketika mengambil S3 di Australia menulis disertasi yang diterjemahkan menjadi buku Tradisi  Pesantren menjelaskan, para kiai membangun jaringan dengan sesama kiai yang lainnya dalam konteks keluarga. Saya pikir Muhammadiyah juga perlu memikirkan seperti itu,” tandasnya.

Di sisi lain Saad juga mengingatkan, selain hubungan antar keyakinan itu, Nabi juga memperistri Mariyah Al Qibthiyah, wanita dari suku Qibti, Mesir yang tidak terkait dengan relasi-relasi persahabatan.

“Maknanya, ada bagian-bagian yang kita harus membangun jaringan yang sama dengan keluarga Muhammadiyah. Satu sisi perlu memikirkan untuk memperluas jaringan-jaringan dengan pihak luar,” ungkapnya. (Nely Izzatul)

Related Post
Leave a Comment

This website uses cookies.