Saat Siswa Menulis Pengalaman Liburan, Guru di Sekolah Ini Menuliskan Isi Hatinya selama Mengajar

334
Dwi Utami saat menuliskan isi hatinya. (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Menjadi guru itu susah. Butuh pengorbanan dan kesabaran yang ekstra. Pengalaman inilah yang ditulis Uswatun Dwi Utami SPsi di laptopnya saat kegiatan literasi untuk guru di hari pertama masuk sekolah, di SMPM 12 GKB, Gresik, Kamis (3/1/19).

Guru yang mengajar Bimbingan Karir (BK) di kelas VIII ini menuliskan pengalaman saat menjadi guru selama hampir empat tahun.

“Saya menceritakan pengalaman selama jadi guru. Ya, ketika proses mengetik cerita jadi sadar bahwa jadi guru itu sangat berat. Butuh kesabaran saat membimbing anak-anak,” ujarnya kepada PWMU.CO yang menemuinya usai kegiatan.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Tami, begitu sapaannya, menjelaskan, menjadi pendidik tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan. “Tetapi karakter sabar, ikhlas, dan komitmen itu menjadi sangat penting,” ucapnya.

Baca Juga:  Di Rumah Pintar Pemilu Bung Tomo, 219 Siswa Muhammadiyah Belajar Kepemiluan

Tadi, sambungnya, saya teringat kisah Bu Mus (Muslimah), guru dalam novel Laskar Pelangi. “Bu Mus sangat komplit dan ideal jadi guru. Punya pengorbanan, kesabaran, serta bijaksana,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Asischa Abdriyani, SHum. Guru bahasa Inggris ini menceritakan pengalaman saat diberi kejutan siswanya pada hari ulang tahunnya.

“Saya cerita ketika tiba-tiba siswa saya memberi kado berupa kue tar saat milad. Ide inilah yang saya uraikan dalam cerita pendek tentang pengalaman mengajar di sini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Siswa SMPM 12 GKB Kali Ini Juara Catur Kelas Utama

Di SMPM 12 GKB, ketika siswa menulis pengalaman saat liburan, guru menulis ungkapan isi hatinya selama mengajar. (Ichwan Arif)