Di Saat Tak Ada Orang Mau Memandikan Jenazah Orang Miskin, Tim Ini Langsung Bergerak

161
Hikmah Press
dok
Tim PRA Mojorembun memandikan jenazah.

PWMU.CO -Pimpinan Ranting Aisyiyah Mojorembun Selatan Kradenan Blora mempunyai program andalan yaitu kelompok perawatan jenazah, Posyandu lansia, dan santunan rutin untuk dhuafa.

Kelompok perawatan jenazah Al Maghfiroh didirikan sejak Tahun 1993 dengan ketua pertama almarhumah Ibu Masriyati .

iklan

“Kami mendirikan kelompok ini didorong dari rasa prihatin, karena perawatan jenazah di desa dilakukan dengan sekadarnya. Bahkan jenazah dibiarkan lama, karena anggota keluarga tidak ada yang mau memandikan,” ungkap Siti Munawaroh, ketua Kelompok Perawatan Jenazah Al Maghfiroh.

Selama 25 tahun lebih mengabdi, banyak suka dan duka yang dirasakan oleh kelompok perawatan jenazah ini.

“Pernah  ada jenazah orang fakir miskin, almarhum tidak punya anak.  Tidak ada orang yang mau memangku untuk memandikan, akhirnya kelompok kami yang  merawat,” ungkap Setiyawan,  kelompok Tim Putra.

“Tahun lalu ada pula jenazah yang meninggal bunuh diri. Orang-orang hanya melihat dari jauh. Akhirnya kami yang turun tangan membantu merawat jenazah bersama Pak Modin,” ujar Rofiq Addiansyah, kelompok Tim Putra menambahkan.

Kelompok perawatan jenazah Al Maghfiroh ini menyediakan berbagai peralatan jenazah, mulai alat-alat memandikan, mengafani, hingga jenazah siap dikuburkan.

Jenazah dari kalangan yang tidak mampu, semua biaya perlengkapan jenazah ditanggung oleh  Aisyiyah. Sedangkan bagi jenazah orang berada diwajibkan mengganti kain kafan dan perlengkapan lain.

“Tenaga perawatan jenazah terdiri ibu-ibu Aisyiyah, bapak-bapak Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah ikhlas lillahi taala. Kami juga tidak membeda-bedakan jenazah berdasarkan SARA,”  ungkap Siti Munawaroh, ketua kelompok perawatan yang juga Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial PCA Kradenan.

Walaupun sudah bertahun-tahun dipercaya masyarakat, masih ada kekurangan yang dimiliki kelompok ini.  “Kami masih kekurangan tim untuk perawat jenazah laki-laki. Kami juga belum memiliki alat memandikan dan keranda yang modern,” ujarnya.

”Keranda yang yang dimiliki sudah semakin rapuh. Kami juga ingin memperbaharui peralatan-peralatan yang sudah usang. Tapi jujur kami belum memiliki dana yang memadai, uang kas kami belum cukup,” ungkap Siti Munawaroh memaparkan.

Untuk membeli peralatan-peralatan baru dibutuhkan anggaran Rp 10 juta.  Bagi donatur yang ingin memberikan rezeki terbaiknya dapat menghubungi WA Rofiq Addiansyah (082227243868) atau Siti Munawaroh (082324680823). (Rofiqaddians)