Namanya Jihad Medannya Ya Berat, Termasuk Jihad Politik

165
Pasang Iklan Murah
Nisa/pwmu.co
Zainuddin Maliki dalam diskusi buku di STIEM Paciran.

PWMU.CO-Peran Muhammadiyah sangat besar di negara ini untuk urusan pendidikan, kesehatan, dan sosial. Persyarikatan memiliki banyak lembaga yang mengurusi tiga hal tadi. Tapi Muhammadiyah sangat kurang pengaruhnya untuk masalah politik.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PWM Jatim Prof Dr Zainuddin Maliki dalam Bedah Buku Muhammadiyah dalam Pusaran Politik di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Paciran Lamongan, Rabu (9/1/2019). Acara ini digelar usai pelantikan IMM setempat.

iklan

Menurut Zainuddin, kini sudah saatnya Muhammadiyah untuk bangun kembali mengisi ruang-ruang perpolitikan. ”Mewarnai politik menjadi baik sehingga anggapan masyarakat awam bahwa politik itu kotor bisa berubah dengan masuknya orang-orang baik dan berintegritas,” tuturnya.

Dengan jihad politik yang dicanangkan, sambung dia, diharapkan berperannya Muhammadiyah bisa membawa angin kebaikan dalam perpolitikan di Indonesia.

”Politik di Indonesia kini dipengaruhi oleh pemodal bukan penguasa yang duduk di Senayan atau Istana Merdeka tetapi para pemodal yang memodali para birokrat atau politisi-politisi itu,” ujar dosen UMSurabaya ini.

Di awal kemerdekaan, kata dia, Muhammadiyah sangat berperan besar atas berdirinya bangsa ini. Itu ditunjukkan dengan banyaknya tokoh Muhammadiyah yang berpengaruh seperti Ir Soekarno, Jenderal Soedirman, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo.

 ”Sudah seharusnya kini Muhammadiyah kembali pada sejarahnya. Bukan hanya sebagai pendukung calon yang hanya mengaku sebagai kader Muhammadiyah ketika Pemilihan Umum saja,” tands Caleg DPR RI PAN No 2 Dapil Lamongan Gresik ini.

Sesuai hasil Muktamar Makasar bahwa Muhammadiyah harus jihad dalam politik. Tantangan besar yang harus dilaksanakan oleh kader. ”Jika ini bukan medan yang berat, maka bukan jihad namanya,” tuturnya. (Nisa’atul Wahidah)