Anjuran Dakwah yang Santun lewat Kisah Berhikmah seperti Ini

60
Hikmah Press
Sugiran/pwmu.co
Nadjib Hamid dalam Pengajian Ahad Pagi di Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

PWMU.CO-Berdakwah hendaklah disampaikan dengan santun agar orang yang diajak kepada kebaikan bisa paham dan menerima. Tidak malah menimbulkan salah paham.

Hal itu diuraikan Wakil Ketua PWM Jatim H Nadjib Hamid MSi dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo), Ahad (3/2/2019).

iklan

Untuk menjelaskan ceramahnya itu, Nadjib menceritakan kisah hikmah. ”Alkisah sebuah keluarga baru menikah tinggal bersama ibu suami,” katanya mengawali cerita.

Ternyata antara istri dan mertua perempuan tidak cocok. Sering timbul pertengkaran. Kemudian istri mencari cara agar bisa menjauhkan mertuanya ini dari kehidupannya. ”Pergilah dia membeli racun kepada seorang penjual obat,” tuturnya.

Penjual obat bertanya untuk apa racun itu. Istri ini menceritakan masalahnya. “Kalau begitu berikanlah ramuan ini sedikit demi sedikit supaya kamu tidak dicurigai kalau dia mati mendadak. Campurkan dalam minuman dan makanan kesukaan mertuamu,” ujarnya melanjutkan.

Istri ini menuruti pesan penjual obat. Setiap hari memasak makanan dan minuman kesukaan mertuanya. Tak lupa dia taburi ramuan itu. Lantas disajikan kepada mertuanya. Terus berlangsung hingga waktu berjalan tiga bulan. Ternyata mertuanya tidak mati-mati malah sehat wal afiat.

Tapi kondisi rumah ada perubahan besar. Mertuanya berubah sikap menjadi baik. Kemana-mana bercerita bahwa menantunya sangat baik melayaninya. Padahal sebelumnya selalu bercerita menantunya jahat dan selalu bertengkar. Hubungan keduanya pun jadi akrab.

Menantu ini lalu kembali ke penjual obat. Tujuannya meminta ramuan penawar racun yang sudah ditaburkan ke mertuanya. Dia bercerita mertuanya sudah berubah menjadi sayang padanya. Dia tak ingin lagi membunuhnya.

Penjual obat berkata, ”Ramuan yang saya berikan kepadamu dulu adalah obat kesehatan. Racun itu sebenarnya ada di dalam hatimu. Sekarang racun itu sudah sirna dengan kebaikan-kebaikanmu.”

Dari cerita tadi Nadjib menekankan, berdakwah dengan santun dengan menjalin komunikasi yang baik. Menjauhkan dari kondisi pertengkaran.

”Manajemen pengajian juga dikelola yang bagus sehingga tidak ada anggota pengajian yang tidak berangkat. Kecuali yang tidak berangkat karena memang sudah waktunya untuk tidak berangkat,” seloroh calon anggota DPD RI Nomor 41 ini yang disambut tawa hadirin.

Dia juga mengingatkan pentingnya regenerasi dalam pengajian. ”Bisa jadi tiap minggunya ada berita kematian di WA grup. Berarti pengajian terus berkurang jamaahnya. Maka siapkan generasi penerusnya,” pesan Nadjib mengakhiri ceramahnya. (Sugiran)

Sugiran/pwmu.co
Jamaah pengajian Masjid Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo.