Din Syamsuddin: Kita Patut Bangga Islam Semakin Diminati di Negara-Negara Eropa

176
Hikmah Press
Din Syamsuddin didampingi Arbaiyah Yusuf dan Kepala SD Mudipat Surabaya M. Syaikhul Islam. (Anang/PWMU.CO)

PWMU.CO – SD Muhammadiyah 4 alias SD Mudipat Surabaya menyelenggarakan Coffee Morning dan Silaturrahim Bersama Din Syamsuddin, di auditorium The Millenium Building (TMB), Ahad (10/2/19).

Din menyampaikan tausiyah dengan tema “Menyiapkan Generasi Emas Islam dan Scientist Muslim Dunia”. Dia menegaskan, masalah utama Islam adalah masih adanya kesenjangan antara kuantitas dengan kualitas.

“Jumlah umat Islam yang besar masih belum bisa berperan besar dalam percaturan dunia khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Kuantitas belum seimbang dengan kualitas,” jelasnya

iklan

Menurut Din, hal itu kontras dengan pencapaian umat Islam di masa lalu yang kontribusinya sangat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Pada masa itu muncul ilmuwan-ilmuwan besar seperti Ibnu Sina, Al Khawarizmi, Ibnu Khaldun dan lain-lain,” terangnya.

Tapi, sambungnya, kita patut bangga bahwa agama Islam semakin diminati termasuk oleh negara-negara Eropa, seperti di Inggris dan Jerman.

“Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Inggris dan Jerman. Saya kaget, senang dan terharu karena jumlah masjid di sana semakin bertambah. Ini menandakan dakwah Islam berkembang pesat di sana,” katanya.

Din kemudian menceritakan kondisi Islam dalam dunia pendidikan di Indonesia. “Saat awal ICMI terbentuk pada awal 1990, waktu itu ketuanya Kyai Ali Yafie. Saya diskusi dengan beliau tentang kondisi sekolah di Indonesia,” ujarnya.

“Pada waktu itu sekolah-sekolah unggul khususnya tingkat SMA dikuasai oleh sekolah non-Muslim. Sebanyak 40 sekolah, nomor 1-38 adalah sekolah non-Muslim, sisanya sekolah negeri. Sekolah Islam belum bisa berbuat banyak,” lanjutnya.

Indikasi unggul, Din melanjutkan, sekolah-sekolah itu lulusannya sebagian besar diterima di perguruan-perguruan tinggi unggul diantaranya UI, ITB, UGM, UNAIR, ITS, dan lain-lainnya.

“Nah, sekarang eranya sudah beda. Sekolah-sekolah Islam sudah banyak yang unggul. Contohnya di Yogya ada SMA Muhammadiyah 1 disingkat Muhi, kemudian di Surabaya ada SD Muhammadiyah 4 Pucang, di Sidoarjo ada SMA Muhammadiyah 2, lalu di Malang ada SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Din, saya berpesan pada orangtua hendaknya benar-benar memilih pendidikan yang terbaik untuk putra-putrinya agar anak-anak kita menjadi generasi emas Islam.

Hadir dalam acara itu Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Arbaiyah Yusuf. (Anang)