Musywil IPM Ditutup, Ini Pesan bagi Para Aktivisnya

102
Pasang Iklan Murah
Nugraha Hadi Kusuma menutup Musywil IPM di Lamongan.

PWMU.CO – Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur ke XXI ditutup oleh Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PWM Jatim Timur Nugraha Hadi Kusuma MSi, Ahad (10/2/2019).

Penutupan berlangsung di Aula lantai 3 Universitas Muhammadiyah Lamongan. Peserta dari beberapa kontingen masih banyak yang bertahan hingga malam mengikuti acara terakhir ini.  Seperti kontingen Surabaya, Lamongan, panitia lokal dan panitia PW IPM Jawa Timur.

iklan

Musywil telah memilih Dedi Kurniawan sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur periode 2018-2020 dan Muflih Ramadhani sebagai Sekretaris Umum.

Nugraha mengapresiasi 9 formatur terpilih yang bermusyawarah dalam rapat pleno dengan damai. ”Saya bisa pastikan dari 9 formatur tidak ada yang berebut kekuasaan karena di Muhammadiyah tidak ada yang berebut jabatan. Namun jika sudah diberi jabatan maka harus menerimanya,” katanya.

Dahsyatnya Muhammadiyah, sambung dia, seperti saat ini tak lepas dari peran Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dalam memasukkan nilai-nilai kebaikan dalam fondasi organisasi. IPM adalah akar dari pengaderan di Muhammadiyah.

”Seorang kader bukanlah makhluk sempurna. Mereka pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing,” ujarnya. Maka jangan jadikan kekurangan sebagai penghambat. Atau meninggalkan kader-kader untuk berjuang sendirian. Namun jadikan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki kader-kader kita sebagai penguat dan penyempurna IPM.

”Masa depan Muhammadiyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah bukan dilihat dari status sosial yang saat ini dimiliki tapi berasal dari apa yang kita tanam selama berjuang di IPM,” lanjutnya.

Di akhir sambutan, Nugraha memberi semangat kepada kader-kader IPM se-Jawa Timur yang hadir. ”Semakin Anda kreatif maka akan mendapatkan semakin banyak cacian, semakin kreatif maka semakin banyak permasalahan yang akan muncul,” katanya. Semua tantangan itu harus dihadapi dan diselesaikan. (Nia Ambarwati)