Baru Separo Anak Kerjakan Kolase Langsung Ditinggal Bermain

78
Pasang Iklan Murah
Jumalia/pwmu.co
Lomba karya kolase di SD Muhammadiyah 8 Sutorejo Surabaya,  kerjasama anak dan orangtuanya, diikuti oleh TK se-Kecamatan Mulyorejo.

PWMU.CO-Keceriaan menghiasi halaman SD Muhammadiyah 8 Sutorejo Surabaya. Anak-anak TK menunjukkan aksinya di atas panggung, Sabtu (9/2/2019).

Ada yang bernyanyi dan menari-nari mengikuti lagu yang terdengar dari sound system. Ada juga yang berkejaran dengan temannya. Tetapi ada juga yang duduk tenang di samping ibunya. Sementara ibu dan ayah mereka asyik menyelesaikan kolasenya.

iklan

Keceriaan tersebut berkaitan dengan Ajang Kreasi dan Seni (AKS) yang diadakan SD Muhammadiyah 8 Sutorejo Surabaya di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo Surabaya.

”Kegiatan ini bertujuan menjalin silaturrahmi dan pengenalan sekolah pada siswa TK dan orangtua. Juga menjalin kerjasama antara siswa dan orangtua dalam lomba membuat karya seni dengan teknik kolase,” tutur Retno Wulandari, ketua panitia AKS. ”Gambar disediakan panitia, sedangkan alat dan bahan kolase disiapkan sendiri oleh peserta,” lanjutnya.

Pagi saat datang, anak-anak TK se-Kecamatan Mulyorejo hadir didampingi orangtuanya disambut ramah oleh guru-guru SD Muhammadiyah 8 Sutorejo Surabaya. Mereka kemudian berfoto di photobooth dengan hiasan bare bears, tayo dan minions.

Setelah registrasi, mereka menuju aula. Pukul 07.30 acara dimulai. Sebelum membuat kolase, peserta dihibur dengan beberapa penampilan menarik dari siswa-siswi SD. Di antaranya tari kreasi baru oleh siswa kelas 1, seni bela diri Tapak Suci oleh siswa-siswi kelas IV-V, story telling berbahasa Inggris tentang Sura dan Baya oleh siswa-siswi kelas 1.

Saat penampilan Tapak Suci, terlihat ketegangan dari wajah peserta. Tak ketinggalan suara teriakan tertahan karena kuatir terkena senjatanya. Atraksi usai langsung disambut tepuk tangan meriah.

Lain lagi saat story telling. Anak-anak TK tampak asyik menikmati cerita yang ditampilkan dengan peraga boneka Sura dan Baya. Bercerita asal mula berdirinya kota Surabaya. Anak-anak itu lantas berdiri mendekati panggung. Beberapa anak ingin memegang Sura dan Baya. Saat penampilan usai diiringi dengan tepuk tangan meriah.

Tiba saatnya peserta menghias gambar dengan teknik kolase. Panitia membagikan gambar. Peserta dibebaskan mencari tempat yang nyaman di sekitar aula untuk membuat karyanya. Beberapa menit kemudian, mulai terlihat satu per satu anak-anak TK memisahkan diri dari orangtuanya. Mereka asyik bermain dengan teman-temannya. Bernyanyi dan menari-nari sesuai lagu yang terdengar dari sound. Membiarkan ayah ibunya menyelesaikan kolase.

Seorang ibu yang selesai menempel biji-bijian melambaikan tangan memanggil putrinya. Menyodorkan pekerjaannya. ”Horee! Sudah selesai katanya,” teriaknya. Terus ditinggal pergi lagi. Ibunya bercerita anaknya tadi sudah mengerjakan kolase separo. Karena capai lalu ditinggal bermain. Maka ibunya yang mengambil alih. (Siti Jumaliah)