‘Indonesia dan Keindonesiaan’ Haedar Nashir yang Lahir dari Bandara dan Stasiun

263
Pasang Iklan Murah
Haedar Nashir (kiri) memberikan bukunya pada Marpuji Ali. (Adam/PWMU.CO)

PWMU.CO – Bukan Haedar Nashir jika tidak serius. Juga bukan Haedar Nashir jika tidak sibuk. Tapi di tengah kesibukan dan keseriusan itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020 ini justru produktif menulis.

Maka lahirlah buku Indonesia dan Keindonesiaan yang diterbitkan Suara Muhammadiyah. “Ini merupakan tulisan yang saya kumpulkan, yang saya tulis di sela-sela kesibukan. Sembari menunggu jam terbang pesawat di bandara atau di stasiun,” kata Haedar, Rabu (13/2) malam.

Dalam acara Launching dan Bedah Buku, yang digelar sebagai rangkaian kegiatan Pra Tanwir Muhammadiyah di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini Haedar mengungkapkan, buku tersebut ditulis dalam waktu kurang lebih empat bulan dan disusun secara serius.

Menurut Haedar, “Membaca dan menulis bisa bikin otak seger. Oleh karena itu dia berpesan para generasi milenial agar memiliki kebiasaan membaca dan menulis. “Sebab ini merupakan wahyu Allah SWT pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Haedar mengatakan, jika generasi muda terus digalakkan untuk membaca dan menulis, dia optimis rangsangan itu akan menjadi suatu kekuatan yang berkemajuan.

“Jika kita semua punya tradisi membaca dan menulis, untuk menghadirkan Indonesia yang berkemajuan bukan lah suatu yang niscaya,” ujarnya.

Haedar menjelaskan, buku tersebut dia tulis untuk mengajak pembaca melihat satu masalah dengan banyak perspektif, khususnya dalam memaknai keindonesiaan.

Salah satu pemaknaan itu, kata Haedar, adalah mencintai Indonesia dengan perbuatan nyata. “Untuk menunjukkan keindonesiaan bukan dengan klaim dan retorika, melainkan dengan perbuatan nyata,” tuturnya.

Bertindak sebagai pembedah buku Dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu Ledyawati dan Tatang Badrun Taman dari Kantor Staf Presiden Deputi Komunikasi Politik.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah yaitu Yunahar Ilyas (Ketua), Suyatno (Bendahara Umum), Marpuji Ali (Bendahara), Siti Noordjannah Djohantini (Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah), dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu Syaifullah. (MN)