Jika Politikus Berorientasi Akhirat yang Abadi Bukanlah Kepentingan Kekuasaan

61
Pasang Iklan Murah
MUAHAMMAD YASRI

PWMU.CO – Kembalinya sistem pemerintahan Indonesia dalam sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dilepaskan dari jasa besar umat Islam dan para ulamanya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ustad Muhammad Yasri dalam pengajian di Masjid Al Badar Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Rabu (13/2/2019) malam.

iklan

Yasri menuturkan, seorang Mohammad Natsir misalnya, adalah tokoh muslim yang berjasa besar mengembalikan sistem pemerintahan Indonesia dari Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi NKRI melalui mosi integralnya.

Pasalnya, pascaproklamasi kemerdekaan RI, pemerintah kolonial Belanda dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) memaksa bangsa Indonesia mengubah sistem pemerintahannya dari NKRI menjadi RIS.

“Nah, Natsir, politisi dari partai Masyumi itulah yang berjasa besar mengembalikan persatuan dan kesatuan bangsa melalui mosi integralnya,” katanya.

Tapi, kata Yasri, sekarang ini umat Islam malah disudutkan dengan tuduhan anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Salah besar jika ulama itu dituduh anti-NKRI. Sejarah mencatat ada peran besar ulama dalam mengembalikan NKRI,” paparnya.

Ia pun menolak anggapan para politikus bahwa dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi. Yang abadi hanya kepentingan kekuasaan.

“Kalau orientasinya dunia dan kekuasaan, mungkin iya. Tapi, kita umat Islam kan orientasinya bukan hanya dunia. Jadi kita tidak boleh berpandangan bahwa politik hanya soal kekuasaan saja, tapi akhirat,” tandasnya. (Aan)