Mengelola Pesantren Jangan seperti Kos-Kosan, Ini Tiga Cara Memajukannya

98
Pasang Iklan Murah
KH Yunus Muhammadi, tengah, bersama pengurus PP Al Amin Kepanjen.

PWMU.CO-Keluarga besar Panti dan Pesantren Al Amin Muhammadiyah Kepanjen Malang dikunjungi KH Yunus Muhammadi, ketua Ittihad Ma’ahid Muhammadiyah (ITMAM), Selasa (12/2/2019). Ini adalah organisasi Persatuan Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia.

Bertempat di aula pesantren acara ini dihadiri perwakilan PDM Kab. Malang, jajaran PCM dan PCA Kepanjen, kepala SMA Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 3 Kepanjen, segenap pengurus dan guru panti dan pesantren.

iklan

Selain pengajian, acara ini dimeriahkan tampilan kreasi santri putri format seperti Muhadharah mulai master of ceremony tiga bahasa . Indonesia , Arab, Inggris. Lalu tilawah Alquran, pidato tiga bahasa, baca puisi, nyanyian religi, dan lainnya.

Dalam tausiyahnya KH Yunus menyampaikan beberapa strategi agar Pesantren Muhammadiyah bisa maju dan berkembang. Pertama, jangan jadikan pesantren seperti kos-kosan. Tetapi antara asrama dan sekolah harus integral.

Kedua, sambung dia, pesantren harus memiliki Struktur Organisasi Pesantren (SOP) yang kuat. Terutama posisi sentral direktur pesantren. ”Ketiga, kurikulum antara mata pelajaran khas pesantren dan pelajaran umum harus integral, tidak boleh ada pemisahan atau dikotomis,” ujarnya.

KH  Yunus juga menegaskan, jika Pesantren Modern Al Amin berhasil maju dan berkembang maka akan menjadi model, prototype, dan sejarah baru dalam dinamika perkembangan pesantren Muhammadiyah yang lahir dan diinisiasi oleh Panti Asuhan Muhammadiyah.

Pada kesempatan itu KH Yunus menyerahkan secara simbolis Surat Tugas Direktur Pesantren Modern Al Amin Putri didampingi ketua pengurus panti dan pesantren Abdul Syukur  SH kepada direktur terpilih Khusnul Amin SPdI. (*)