Metode Pengajaran Kuno Ini Masih Relevan dengan Siswa Milenial

83
Pasang Iklan Murah

PWMU.CO– Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) meyelenggarakan seminar Sosialiasi Industri 4.0 dan Pelatihan Pembelajaran Inovatif di SMA Negeri 1 Purwosari, Pasuruan, Rabu (13/2/2019). Acara ini kerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bidang Ekonomi.

Acara pertama ditandai penandatanganan MoU antara FEB Umsida dengan MGMP Ekonomi Pasuruan untuk  kerja sama berkelanjutan. Seminar diikuti 30 guru mata pelajaran Ekonomi tingkat SMA/SMK/MA/ yang terdaftar sebagai anggota MGMP Bidang Ekonomi Pasuruan.

iklan

Dr Sigit Hermawan, dekan FEB mengatkan, acara ini realisasi program kerja yang sudah dibuat. Khususnya dalam bidangan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mempromosikan Umsida di SMAN 1 Purwosari.

Hadir sebagai pembicara pertama Rizky Eka Febriansah SMb MSM, dosen Umsida dan ketua Tim Abdimas MGMP FEB Umsida. Pembicara kedua Ifta Zuroidah SE MM, dosen Umsida dan guru SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Rizky menyampaikan, tantangan era revolusi industri 4.0 adalah perubahan pola pikir dan perilaku dalam bersaing mengembangkan kreativitas. ”Tantangan di era revolusi industri 4.0 berupa perubahan dari pola berpikir serta cara bertindak individu dalam mengembangkan inovasi kreatif,” katanya.

Dampak era industri 4.0, sambungnya, dapat menghilangkan sekitar 1 juta sampai 1,5 juta pekerjaan dalam kurun waktu 10 tahun karena adanya peran pengganti manusia dengan mesin. Dia menambahkan, 65% murid usia sekolah di dunia akan bekerja pada profesi yang belum pernah ada saat ini.

Pembicara kedua Ifta Zuroidah membagikan tips dan trik pembelajaran inovatif di hadapan peserta. Salah satu tips yang diberikan adalah metode pembelajaran yang kuno. ”Metode kuno tapi masih relevan untuk siswa milenial yang tidak suka membaca adalah metode jigsaw. Tapi tidak digunakan keseluruhan,” ujarnya.

Iftah menerangkan, pelaksanaan metode jingsaw adalah siswa dalam kelas dibagi menjadi kelompok. Kemudian guru memberikan materi pada setiap kelompok dengan topik yang berbeda. Selanjutnya tiap kelompok mempresentasikan materi yang sudah pelajari ke kelompok lainnya. Kelompok ini meneruskan ke kelompok berikutnya. Kelompok terakhir menyampaikan ke guru.

”Dengan penerapan metode ini siswa yang awalnya malas membaca menjadi rajin membaca dan materi pembelajaran dapat tersampaikan secara tuntas,” tuturnya. 

Ketua MGMP Winardi SPd mengatakan, acara ini sebagai wadah menjalin silaturahmi antar guru. Harapannya ada tindak lanjut mengenai MoU yang telah dilakukan. ”Kehadiran FEB membawa manfaat besar untuk MGMP,” tandasnya. (Yan)