Haedar Nashir Ajak Peserta Tanwir Bermusyawarah dengan Gembira tanpa Perang Jari 1 dan 2

335
Pasang Iklan Murah
Haedar Nashir saat memberi sambutan. (MN/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Haedar Nashir MSi mengajak peserta Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu untuk bermusyawarah dengan gembira.

Hal itu dia sampaikan saat memberi sambutan dalam pembukaan Tanwir yang digelar di Balai Raya Semarak Bengkulu, Jumat (15/2/19) pagi.

“Kepada para anggota dan peserta Tanwir selamat bermusyawarah dengan spirit ukhuwah, cerdas, dan produktif. Jalani persidangan dengan suasana gembira dan bahagia,” ucapnya.

Berkaitan dengan suasana gembira itu— yang menarik—secara bercanda Haedar ‘melarang’ peserta untuk mengacungkan satu atau dua jari saat berfoto bersama. “Di Tanwir yang mencerahkan ini, bila ingin berfoto bersama, beraksilah dengan riang gembira. Tidak perlu sambil mengangkat jari tangan satu atau dua. Kasihanilah nasib sembilan atau delapan jari lain yang sama-sama ciptaan Tuhan,” ungkapnya yang disambut tawa hadirin, termasuk Presidien Jokowi yang hadir untuk membuka acara.

Haedar juga menganjurkan para angota dan peserta tanwir untuk bermusyawarah dengan tersenyum. “Bersidanglah dengan tersenyum sebagaimana saat ini sedang dipraktikkan oleh anggota PP Muhammadiyah untuk belajar tersenyum 20x per 20 detik, sehingga selama tiga hari Tanwir dapat tersenyum sebanyak 60 kali berdurasi 1200 detik atau setara 20 menit,” kata Haedar yang lagi-lagi disambut tawa hadirin.

Haedar mengatakan, tesrnyum bisa membuat raut muka cerah, sekaligus bersedekah sebagaimana sabda Nabi Muhammada SAW dalam hadis riwayat Tirmidzi, “Senyummu di depan saudaramu, adalah sedekah bagimu”.

Dengan tersenyum, sambungnya, insyaallah seganap anggota dan peserta Tanwir akan memancarkan wajah-wajah ceria sebagai wujud ‘bermusyawarah yang mencerahkan’, sehingga dapat dihasilkan keputusan yang menggembirakan dan membahagian umat dan bangsa!

iklan

“Semoga Allah SWT melimpahkan berkah dan karunia-Nya agar sidang Tanwir ini berjalan dengan baik, lancar, dihiasi jiwa ukhuwah dan kegembiraan, serta cerdas-produktif untuk menghasilkan keputusan yang membawa pencerahan bagi Muhammadiyah, umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” harap dia. (MN)