Hj Marwiyah, Potret Aisyiyah Tulen hingga Akhir Hayat

419
Hikmah Press
Hj Marwiyah Tiarum, tengah, bersama pengurus PCA Tanggul di kebun coklat Jenggawah.

PWMU.CO-Aisyiyah Cabang Tanggul Jember kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Hj Marwiyah Tiarum, ketua Majelis Dikdasmen meninggal dunia pada Ahad (17/2/2019) pukul 16.51 setelah dirawat tujuh hari di RS Bina Sehat Jember. Tokoh yang dikenal sangat  teliti memeriksa keuangan ini meninggal pada usia 84 tahun.

Aktif di Aisyiyah sejak 1960-an. Perjuangan  dan komitmen kepada Aisyiyah banyak jejaknya. Ide dan programnya sudah dilaksanakan. Manfaatnya dirasakan warga Aisyiyah dan masyarakat.

iklan

Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tanggul Hj Farida Nur Anisa SAg menceritakan, Ahad (10/2/2019) Hj Marwiyah masih mengikuti kegiatan TK ABA dan PAUD Assalam di perkebunan coklat Renteng Jenggawah.

”Saat itu sudah merasakan kurang sehat. Tetapi rasa tanggung jawab sebagai ketua Dikdasmen, beliau bersedia ikut. Keesokan harinya, jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit,” kata Farida.

Berita dari keluarganya ketika Marwiyah masuk ruang ICU membuat warga Aisyiyah sangat khawatir. Doa terus mengalir di Whatsapp dan pengajian Jumat. Seluruh warga juga menunggu kabar kapan boleh dijenguk.

Sabtu (16/2/2019) beberapa perwakilan Aisyiyah bezuk ke RS Bina Sehat. ”Waktu dibezuk masih bisa komunikasi. Dengan suara lirih dan terbata-bata, beliau menitipkan Aisyiyah kepada kami. Malah dengan memegang erat tangan saya menitipkan TK ABA dan PAUD, serta menitipkan Taman Pendidikan Alquran Aisyiyah (TPAA) dan Madrasah Diniyah Awaliyah Aisyiyah (MDAA) kepada Umi Kulsum, kepala madrasa,” tutur Farida.

Saat bezuk itu, sambung Farida, tangis pun pecah. Ibu-ibu Aisyiyah tak bisa menahan air mata. Saat itu kami sudah merasakan akan kehilangan tokoh panutan ini.

”Waktu itu beliau masih sempat menanyakan sumbangan karpet untuk PAUD Kramat sudah diterima atau belum. Sumbangan untuk pembangunan gedung PAUD Assalam juga ditanyakan,” lanjut Farida.

Beberapa saat setelah penjenguk pulang, masuk ruang ICU lagi. Sehari berselang kabar meninggal pun diterima warga.

Ibu-ibu Aisyiyah terkesan dengan perjuangan tetuanya ini. Menurut mereka, Hj Marwiyah punya sifat kepemimpinan, ketelitian dan ketajaman menganalisis persoalan. Semangatnya tidak luntur meski usia sudah memasuki 84 tahun.  Hal ini membuat kekaguman bagi ibu-ibu muda. Tertib adminstrasi sering dicontohkan ketika mengoreksi surat menyurat.

Suatu hari karena alasan kesehatan, dia meminta dibuatkan surat pengunduran diri dari jabatan ketua Dikdasmen kepada Sekretaris PCA Tanggul Humaiyah.

”Mbak Hum, tolong ibu buatkan surat pengunduran diri. Kesehatan ibu sudah tidak lagi aktif. Biar sekarang Asiyiyah diurus oleh yang muda-muda,” kata Marwiyah saat rapat Dikdasmen dengan PCA. Dengan halus, permintaan itu ditolak.

”Kalau ibu mengundurkan diri, siapa yang akan menjadi contoh dan cermin untuk kita yang muda-muda, terutama saya. Melihat semangat ibu, saya pribadi jadi malu jika malas-malasan ngurusi Aisyiyah,” kata sekretaris PCA ini. Ternyata Marwiyah masih memikirkan Aisyiyah sampai akhir hidupnya. (Humaiyah)